Menu

Mode Gelap
Tabligh Akbar dan Karnaval Meriahkan Harlah Satu Abad Nahdatul Ulama Bupati Hermus : Kemenhub Dukung Perluasan Bandara Rendani dan Pembangunan Jembatan Layang Tingkatkan Peduli Lalu Lintas, Satlantas Polresta Manokwari Ngopi Mansinam Bersama Masyarakat Penghijauan Kampung Semarakkan HUT Ke-4 Kampung Persiapan Rourouw II Bertemu Wamendagri Pj. Gubernur Waterpauw Perjuangan APBD Papua Barat

HUKUM & KRIMINAL · 22 Agu 2022 19:23 WIT

Aksi Pemalangan Jalan di Kampung Warsui Timur Distrik Ransiki Sebabkan Kemacetan Panjang


 Aksi Pemalangan Jalan di Kampung Warsui Timur Distrik Ransiki Sebabkan Kemacetan Panjang Perbesar

MANOKWARI SELATAN – Pemalangan jalan trans Manokwari-Manokwari Selatan tepatnya di Kampung Warsui Timur, Distrik Ransiki menyebabkan kemacetan panjang. Akibatnya kendaraan dari dan menuju Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni terpaksa mengantri panjang lantaran pemalangan tersebut.

Kapolres Manokwari Selatan AKBP Tolopan T. Simanjuntak S.I.K,M.Si yang dikonfirmasi mengatakan pemalangan tersebut terjadi karena pihak keluarga merasa kecewa atas pemberhentian salah satu Kepala Dinas (FM) yang baru diketahui usai kegiatan pelantikan  pejabat eselon II,III dan IV dilingkup Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) yang dilakukan oleh Bupati Markus Waran Senin (22/8/2022).


” Pemalangan dilakukan karena adanya kekecewaan dari keluarga besar Pak FM yang diberhentikan dalam pelantikan yang berlangsung tadi pagi” ujar Kapolres.

Lanjut, Kapolres menjelaskan pihaknya
masih terus berkoordinasi dengan keluarga untuk bisa membuka palang agar tidak mengganggu pengguna jalan yang hendak melintas. Dikatakan Kapolres, tokoh masyarakar yakni Kepala Suku Hatam Ransiki juga turut membantu bernegosiasi agar pihak keluarga dapat membuka palang jalan.

” Kita sudah menghubungi Pak FM via telpon karena sedang berada di Manokwari dan beliau mengatakan sudah menerima keputusan  pelantikan tersebut, namun dari pihak keluarga yang belum menerima sehingga masih dilakukan pendekatan dengan keluarga,”terangnya.


” Saat ini anggota satu pleton ada di lapangan untuk mengamankan pemalangan dan kendaaran bisa lewat perlahan satu lajur” sambungnya.

Selain di Kampung Warsui Timur, pemalangan dengan aalsan yang sama juga dilakukan warga di Kantor Distrik Momi Waren.

” Untuk yang pemalangan di Kantor Distrik Momiwaren juga alasannya sama, mereka palang di kantor distrik. Tetapi kami fokus yang di Warsui dulu karena ini fasilitas umum agar jalan bisa segera dibuka” tambahnya.

Kapolres Manokwari Selatan AKBP Tolopan Simanjuntak S.I.K, M.Si

Kapolres AKBP Tolopan Simanjuntak S.I.K,M.Si berharap warga masyarakat tidak melampiaskan kekecawaan kepada fasilitas umum seperti jalanan karena dapat mengganggu pengguna jalan, tetapi mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan.

” Mari kita dukung pembangunan daerah dengan tidak melakukan pemalangan jalan dan merusak fasilitas umum, kalau ada masalah kita kedepankan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan” harapnya.

Perwakilan Keluarga FM saat bertemu dengan Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran.

Palang jalan tersebut akhirnya dapat dibuka sekitar pukul 20.00 WIT, setelah perwakilan keluarga FM bertemu dengan Bupati Markus Waran. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 542 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Tingkatkan Peduli Lalu Lintas, Satlantas Polresta Manokwari Ngopi Mansinam Bersama Masyarakat

27 Januari 2023 - 16:13 WIT

Main Hakim Sendiri, Seorang Wanita Dibakar Warga Karena Diduga Dalang Penculikan Anak di Sorong

24 Januari 2023 - 16:45 WIT

Ditkrimsus Polda PB Limpahkan Berkas Dugaan Tipikor Dana Hibah KAWAL ke Kejati

15 Desember 2022 - 17:07 WIT

Kapolri: Pelaku Bom Astana Anyar Pernah Ditangkap Karena Bom Cicendo

7 Desember 2022 - 15:53 WIT

Kapolda Sebut Pelaku Bom Polsek Astana Anyar Bawa Dua Bom

7 Desember 2022 - 15:46 WIT

Kapolda Sebut Ada 11 Korban Ledakan Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar

7 Desember 2022 - 15:40 WIT

Trending di DERAP NUSANTARA