MANOKWARI – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Manokwari menggelar pelatihan Teknik Medical First Responder (MFR) bagi potensi Pencarian dan Pertolongan di Kabupaten Pegunungan Arfak, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM yang cepat, tetap dan handal, Senin (13/3/2023).
Kegiatan MFR ini dibuka oleh Sekda Pegunungan Arfak (Pegaf) dan Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Kapolres Pegaf dan perwakilan Kodim 1812/Pegaf.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari I Wayan Suyatna mengatakan bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja sehingga kesiapan harus menjadi perhatian, untuk mengurangi korban atas kejadian yang tak diinginkan, selain karena faktor alam, faktor manusia juga dapat terjadi bencana.
“Basarnas melaksanakan pencarian dan pertolongan, menyelamatkan dan mengevakuasi korban kecelakaan.
Basarnas juga melakukan operasi SAR dalam tanggap darurat. Basarnas juga di dukung oleh potensi pertolongan yaitu daya manusia yang dapat digerakkan jika terjadi bencana”, ujarnya.
Potensi SAR yang meliputi TNI-Polri dan lembaga masyarakat merupakan salah satu peran kantor SAR untuk menyiapkan potensi SAR yang ada di daerah.
“Kami berharap potensi SAR ini dapat bekerja secara profesional dalam hal terwujud pertolongan yang cepat, tepat dan handal dalam menyelamatkan jiwa”, harapnya.

Sekda Kabupaten Pegunungan Arfak Ever Dowansiba menyampaikan bahwa Kabupaten Pegunungan Arfak memiliki kondisi geografis yang cukup ekstrim sehingga sering terjadi bencana alam terutama longsor dan kecelakaan kendaraan.
“Pegaf sangat unik dari kabupaten lain, daerah yang sangat ekstrim sehingga dari kegiatan ini dapat memberikan ilmu dan pengetahuan bagi potensi SAR yang ada”, ucapnya.
Ever kembali mengatakan untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan harus diantisipasi oleh pemerintah daerah sebagai pemberi kebijakan, sehingga perlu dilakukan penguatan dalam pencegahannya.
“Dalam rangka peningkatan kemampuan potensi SAR bersama Basarnas, Saya harap dari kegiatan ini potensi SAR mampu memberikan pertolongan dalam mengantisipasi kejadian yang terjadi di pegunungan Arfak”, ungkap Ever.
Maksud pelaksanaan pelatihan ini yaitu melaksanakan fungsi pembinaan potensi pencarian dan pertolongan di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari guna memberikan pengetahuan dan keterampilan pada potensi Pencarian dan Pertolongan tentang Teknik Medical First Responder (MFR).

Pelatihan MFR berlangsung sepekan, mulai dari tanggal 12 hingga 18 Maret 2023, peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan sebanyak 50 orang yang terhimpun dari TNI-Polri, pemerintah daerah dan KNPI. (ACM_2)






















