MANOKWARI – Aksi anarkis pemalangan jalan disertai pembakaran ban di beberapa ruas jalan vital dalam kota Manokwari pada Kamis (28/8/2025) malam, membuat situasi Ibukota Provinsi Papua Barat sempat memanas.

Gerak cepat personel Polresta Manokwari diback up Polda Papua Barat dan Satuan Brimob Polda Papua Barat dapat membubarkan massa di sekitar Jalan Yos Sudarso (kompleks arkuki-wirsi ) dengan menembakkan gas air mata.
Diduga aksi massa tersebut masih berkaitan dengan kejadian pemindahan tahanan kasus makar dari Lapas Sorong ke Lapas Makasar pada Rabu (27/8/2025) lalu yang juga memicu kerusuhan di kota Sorong.

Sementara pada Jumat (29/8/2025) pagi, meski sempat kembali terjadi pemalangan jalan dan aksi saling lempar di Jalan Yos Sudarso dengan titik berbeda tepatnya di depan Pasar Sanggeng, namun akhirnya massa dapat dibubarkan dan palang jalan dibuka oleh aparat.
Kapolda Papua Barat Irjen Polisi Jhonny Edison Isir usai melakukan peninjauan langsung guna melihat situasi kota Manokwari yang telah kondusif kepada wartawan mengungkapkan kewajiban seluruh masyarakat termasuk kelompok pemuda, kelompok adat dan agama adalah menjaga dan menciptakan suasana yang aman dan damai, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung baik dan lancar.
Kapolda mengatakan saat ini kondisi Manokwari telah pulih kembali sehingga oknum-oknum atau kelompok tertentu diminta untuk tidak lagi mengulangi perbuatan anarkis, pemalangan jalan dan bakar ban agar kondisi kota Injil tetap kondusif.

” Saya pikir kita semua sayang kita punya masyarakat, kita punya kota Manokwari ini, jadi mari kita semua tokoh agama, adat, pemuda, kepala suku saling mengingatkan untuk jaga Manokwari rumah kita, Manokwari Kota Injil sehingga aktivitas masyarakat semua berjalan lancar,”imbau Kapolda. (Amstrong Lucas)
























