MANOKWARI – Bank Indonesia bersama Pemprov Papua Barat menyelenggarakan pasar murah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan UMKM di Manokwari, Kamis (13/4/2023).
Pasar murah yang menjadi rangkaian kegiatan Ferari (Festival Ramadhan Manokwari), serta Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) Dan Gerakan Bangga Berwisata Di Indonesia (GBWI)diharapkan dapat bergerak cepat dan optimis dalam membantu perekonomian masyarakat.
“Selayaknya Ferari dia jalannya dengan kecepatan tinggi, menelisik pesan dari Ferari yaitu optimis agar insan di Papua Barat melangkah dengan optimis di Tanah ini”, ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rommy Sariu Tamawiwy.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rommy Sariu Tamawiwy.
Dari kegiatan ini bertujuan pula untuk mendorong inflasi di Papua Barat terjaga kestabilannya. “Pro aktif juga dibutuhkan dengan peran masing-masing untuk optimis dalam kolaborasi berujung untuk inflasi Papua Barat yang terjaga dan stabil”, ucapnya.
Pengendalian inflasi terus berlangsung selama ramadhan, dimana pertumbuhan ekonomi di Papua Barat dapat mendorong sumber-sumber ekonomi baru.
“Digitalisasi juga harus di dorong untuk meningkatkan produktivitas dari perdagangan dan menaikkan ekonomi masyarakat”, katanya lagi.
Sementara Pj. Sekda Provinsi Papua Barat Dance Sangkek menyampaikan, Kabupaten Manokwari pada Maret lalu tercatat mengalami deflasi sebesar -0,64% atau 4,74%. Inflasi Kabupaten Manokwari menjadi salah satu kota dengan tingkat inflasi terendah, sehingga harus di pertahankan dan diikuti Kabupaten lain.

Pj. Sekda Prov Papua Barat, Dance Sangkek
Menjelang IdulFitri 1444 H memiliki potensi mengalami akselerasi akibat lonjakan permintaan masyarakat pada berbagai komoditas.
“Komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, bawang merah, dan ikan laut perlu menjadi komoditas prioritas yang terus kita jaga fluktuasi harganya, agar tidak mengalami lonjakan tinggi di hari raya idulfitri 1444 H”, ujarnya.

Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) Dan Gerakan Bangga Berwisata Di Indonesia (GBWI) yang sedang di gaungkan dimana GBBI mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkisar 1,67% – 1,71% dari aksi afirmasi belanja produk dalam negeri (PDN) dengan nilai belanja minimal Rp 400 triliun. Pada 2023, 95% dari anggaran belanja pemerintah pusat dan daerah diarahkan untuk membeli produk dalam negeri.
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tingkat inflasi yang terjaga, perlu adanya sinergi dan kolaborasi antar instansi. Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi dan mendorong kesuksesan rangkaian kegiatan Ferari, GBBI, dan GBWI.

Selain pasar murah, adapula pameran UMKM, festival kuliner dan kas keliling yang digelar selama tiga hari hingga Sabtu (15/4/2023) bertempat di lapangan borasi, mulai pukul 09.00 – 16.00 WIT. (ACM_2)






















