MANOKWARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat merilis pertumbuhan ekonomi Papua Barat tahun 2023 tumbuh sebesar 3,91 %. Kondisi ini meningkat dibandingan pertumbuhan ekonomi dibtahun 2022 yang hanya sebesar 2.01 %.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Papua Barat Ir. Merry M.P dalam rilis yang digelar, Senin (5/2/2024).
Ia mengatakan pada tahun 2023, pilar ekonomi utama Papua Barat dan Papua Barat Daya adalah lapangan usaha induatri pengolahan dengan kontribusi sebesar 28,89 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa dengan kontribusi sebesar 59,46 persen.
” Laju pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi dicapai oleh lapngan usaha jasa keuamgan dan asuransi sebesar 10,54 persen,” tutur Merry.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh ekspor barang dan jasa sebesar 28,13 persen.

Lanjut, Merry menambahkan perekonomian Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD) berdasarkan Produk Domestik Reguional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp 97.675,84 miliar.
” Untuk Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp 64.964,02 miliar,” imbuhnya.
Sementara itu, perekonomian DOB Papua Barat tercatat tumbuh hingga 5,18 persen, sama halnya dengan PBD. Dimana lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Papua Barat adalah jasa keuangan dan asuransi sebesar 13,85 persen.
Sedangkan untuk PBD, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah penyediaan akomodasi dan makan malam. Kemudian dari sisi pengeluaran, untuk kedua provinsi ini pertumnuhan tertinggi dicapai ileh pengeluaran konsumsi pemerintah masing-masing sebesar 13,88 persen (PB) dan 11,58 persen (PBD).
” DOB Papua Barat tahun 2023 mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18 persen (c-to-c), sedangkan Papua Barat Daya sebesar 1,82 persen (c-to-c),” tukasnya.(ACM)






















