MANOKWARI – Hampir satu bulan belakangan, salah satu bahan pokok, yaitu minyak goreng mangalami lonjakan harga karena diakibatkan kelangkaan barang. Terkait minyak goreng, melalui Peraturan Mentri Perdagangan nomor 3 tahun 2022, sudah ditentukan agar harga minyak goreng distabilisasikan dengan harga Rp.14 ribu perliter nya.
Kepala Perum Bulog Manokwari, Firman Mando yang dikonfirmasi mengatakan untuk kebijakan tersebut, Perum Bulog hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari kantor pusat terkait rencana stabilisasi harga minyak goreng.
Bahkan saat ini dikatakan ketersediaan minyak goreng di Perum Bulog kosong.
Perum Bulog melakukan langkah-langkah untuk melakukan stabilisasi harga minyak goreng, dan sudah melakukan pengajuan kebutuhan sebanyak 36.000 liter ke kantor wilayah dan akan di teruskan ke kantor pusat.

“Untuk saat ini stok minyak goreng di Perum Bulog masih kosong dan untuk melakukan stabilisasi harga masih menunggu petunjuk dari pusat.”ujarnya.
Harga minyak goreng yang sebelumnya ada di kisaran 15 ribu sampai 16 ribu kini naik di kisaran 20-22 ribu perliternya.
Tidak hanya minyak goreng, bahan pokok lainya yang kosong yaitu gula, dimana dikatakan tren harga sudah mulai naik, kini sudah dikisaran 15 ribu. Sementara Bulog masih mengajukan kebutuhan ke kantor wilayah agar daerah dapat memenuhi stok yang ada di daerah.
“Kebutuhan akan bahan pokok menuju bulan puasa akan meningkat, jika ketersediaan kurang, harga akan merangkak naik” imbuhnya.
Namun Perum Bulog sudah mengantisipasi, dengan melakukan permintaan kebutuhan penjualan, dan diharapkan sebelum bulan puasa stok sudah tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. (ACM_2)






















