Menu

Mode Gelap
Alm. Nataniel Mandacan Salah Satu Putra Terbaik Arfak Yang Tumbuh Melalui Birokrasi Dr. Nataniel Mandacan Tutup Usia, Gubernur Didampingi Sang Istri Melayat Ke Rumah Duka 1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026 37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik

PAPUA BARAT · 23 Agu 2022 15:29 WIT

Kodam XVIII/Kasuari Tanam Sejuta Bakau Selamatkan Pulau Raimuti Dari Abrasi


 Kodam XVIII/Kasuari Tanam Sejuta Bakau Selamatkan Pulau Raimuti Dari Abrasi Perbesar

MANOKWARI – Guna mencegah  tenggelamnya pulau Raimuti akibat abrasi, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos mencanangkan gerakan menanam sejuta Bakau di Pulau yang dulunya menjadi tempat wisata favorit yang dikunjungi masyarakat Manokwari khususnya.

Pangdam Kasuari mengajak Wakil Komandan Pusat Teritorial TNI AD (Wadanpusterad) Mayjen TNI Ilyas Alamsyah dan pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari bersama peserta MTT Danramil dan Babinsa TNI AD 2022 gerakan ayo menanam bakau di Raimuti, Papua Barat, Selasa (23/8/2022).

“Kegiatan yang kita lakukan ini adalah bentuk kepedulian dalam melestarikan alam dari kepunahan, kalau tidak dilakukan dari sekarang boleh jadi pulau ini hanya akan tinggal nama, untuk itulah  harus ada aksi nyata yang kita lakukan untuk menyelamatkan pulau Raimuti” ucap Pangdam.

Posisi Pulau Raimuti berjarak lebih kurang 750 Meter dari Kodam XVIII/Kasuari, yang merupakan aset daerah Kabupaten Manokwari yang perlu dilindungi dari kepunahan, kondisinya memang sangat mengkhwatirkan, walaupun saat ini terlihat ekosistem mangrove tapi tak cukup menopang keberadaan pulau tersebut.

Harus ada langkah nyata dari seluruh pihak termasuk Kodam XVIII/Kasuari untuk saling bergandengan tangan mari bangkitkan semangat menyelamatkan dan melestarikan pulau Raimuti dari kepunahan,” tambah Pangdam.

Sebagai informasi, dulunya pulau Raimuti adalah pulau besar yang dihuni penduduk, namun karena ada gempa bumi dan gelombang tsunami berkekuatan besar yang terjadi di Biak 17 Februari 1996 menyebabkan setengah luas pulau tersebut tengelam. (Rls/ACM)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Gubernur Dominggus Ajak ASN Pemprov Papua Barat Belanja Hasil Kebun Lokal

3 Juli 2026 - 16:35 WIT

Dominggus : Pesparawi XIV Sukses Berkat Kerjasama Yang Baik Dari Seluruh Pihak

3 Juli 2026 - 16:19 WIT

1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026

3 Juli 2026 - 15:37 WIT

Momentum Hut Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Minta Per-Erat Hubungan Polri & Pers

2 Juli 2026 - 19:37 WIT

Kapolda Irjen Pol Alfred Papare Pimpin Upacara Hut Bhayangkara Ke-80 Polda Papua Barat

2 Juli 2026 - 19:36 WIT

Menteri Agama Resmi Tutup Pesparawi Nasional XIV, Sulut Juara Umum

28 Juni 2026 - 22:57 WIT

Trending di PAPUA BARAT