MANOKWARI – Badan pusat statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mengerahkan sebanyak 588 petugas guna mensukseskan sensus ekonomi tahun 2026 yang digelar selama dua setengah bulan, dimulai pada senin (15/6/2026), hingga 31 agustus mendatang.
Pelaksanaan sensus ekonomi 2026 merupakan program nasional yang memotret karakteristik usaha, struktur ekonomi, ekonomi digital, dan ekonomi lingkungan di 7 kabupaten.
Kepala BPS Papua Barat,Merry menyatakan, 588 petugas akan mendata secara pintu ke pintu (door-to-door) 41.430 jenis usaha terdaftar yang terdiri dari 17 usaha besar, 1.459 usaha menengah, dan 37.814 usaha kecil, di mana jumlah tersebut dapat berubah usai pendataan.
“Kami menjamin penuh kerahasiaan data anda, dan perlu ditegaskan bahwa pendataan sensus ekonomi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan pajak,” ujar Kepala BPS Papua Barat.
Data yang terkumpul akan digunakan pemerintah untuk menyusun program pemberdayaan umkm, bantuan sosial, dan bantuan langsung ekonomi. [Amstrong Lucas]






















