Menu

Mode Gelap
Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian

PAPUA BARAT · 2 Apr 2024 21:33 WIT

Hadiri RAKORGUB Bersama Menteri PPN, Pj. Gubernur ABT Sambut Baik Inisiasi Sejumlah Inpres


 Hadiri RAKORGUB Bersama Menteri PPN, Pj. Gubernur ABT Sambut Baik Inisiasi Sejumlah Inpres Perbesar

JAKARTA – Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, MTP mengikuti agenda Rapat Koordinasi Gubernur bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas tahun 2024. Kegiatan yang dihadiri seluruh Gubernur se-Indonesia tersebut dibuka resmi Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Selasa (2/4/2024).

Dalam pemaparan, Suharso Monoarfa menguraikan rencana besar menuju Indonesia Emas 2045 terdapat sejumlah isu strategis yang perlu disikapi bersama, baik infrastruktur, pengembangan SDM dan lainnya. Pertama, dalam target RPJMN jalan provinsi mestinya sudah mencapai 75 persen tahun 2024, Kabupaten/Kota 65 dan Nasional 100 persen. Bappenas kemudian menginisiasi pembentukan inpres jalan agar mendapat pendahuluan.

Poin berikut meliputi penyediaan air bersih secara merata hingga ke rumah tangga dan daerah penghasil Gas di Indonesia wajib memanfaatkan dan disebut “Gas Kota”.

“Baru saja terbitkan inpres air bersih dan bisa eksekusi 2024. karena kota-kota tidak mampu membangun sambungan rumah, meski air bakunya ada. Gas kota, ini yang akan dimungkinkan daerah yang punya sumber gas sedang kami rancangkan dan inpres,” tuturnya.

Tidak hanya itu pada bidang kesehatan menjadi atensi menyelesaikan masalah TBC, Kusta dan Stunting. Untuk Pendidikan, pembenahan untuk meningkatkan mutu guru secara nasional dan wajib belajar 13 tahun. Terakhir meliputi industrialisasi karena turut menyumbang kunjungan domestik di daerah.

“Dalam UU wajib belajar 9 tahun sementara perencanaan kita minta wajib belajar 13 tahun, 1 tahun pra dan 12 tahun selesai, kita ingin meningkat,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere,MTP mengatakan kaitan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur menjadi dasar mengelola program kebijakan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Isu lain yang perlu disikapi, saat ini Papua Barat dihadapkan dengan kondisi objektif infrastruktur berpengaruh pada inflasi, khusus sektor penerbangan.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mengusulkan sejumlah isu strategis bakal dikelola melalui Instruksi Presiden (Inpres) sehingga sinergi antar Kementerian/Lembaga tingkat pusat, dari sisi penganggaran sudah terintegrasi dan mengandung kepastian. Dirinya berharap dalam kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, rencana pembangunan secara berjenjang, mulai Nasional hingga daerah dapat berjalan secara maksimal.

“Ini semua menjadi data informasi untuk kita kelola di masing-masing daerah, kaitan juga inflasi, misalnya bandara, baik di Fakfak maupun Manokwari. Juga kaitan intensitas penerbangan saat ini dihubungkan dengan jumlah penumpang kemudian harga tiket melambung ini juga masukan untuk kita bahas lewat kebijakan akan datang,” tukasnya. (Rls/ACM)

*sumber : diskominfo PB

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Karnaval Budaya Semarakkan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

19 Juni 2026 - 21:07 WIT

Peserta Karnaval Budaya Antusias Meriahkan Semarak Pesparawi ke XIV.

19 Juni 2026 - 21:03 WIT

Kepala Bapenda Provinsi Papua Barat Jagokan Argentina Di Piala Dunia 2026

18 Juni 2026 - 22:43 WIT

Euforia Piala Dunia Diharapkan Tidak Ganggu Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV

18 Juni 2026 - 21:00 WIT

Tiba Di Manokwari, Kontingen Sumatera Barat Target Juara di Lima Kategori Lomba Pesparawi

17 Juni 2026 - 15:45 WIT

Kontingen Gorontalo Optimis Raih Prestasi di Pesparawi Nasional XIV Manokwari

17 Juni 2026 - 13:28 WIT

Trending di PAPUA BARAT