TAMBRAUW – Komunitas Suka Membaca (KSM) adalah sekelompok anak muda dari berbagai latar belakang yang berbeda, mereka bergerak menghidupkan LITERASI di Tanah Papua.
Kali ini, Komunitas yang digawangi oleh Lamek Dowansiba kembali membuka Rumah Baca ke 34 di Distrik Mawabuan Kabupaten Tambrauw, Sabtu (30/4/2022).
Norman Tambunan Selaku Pembina KSM Papua Barat menyampaikan rasa bangga kepada anak-anak muda yang tetap aktif bergerak melestarikan gerakan pendidikan non Formal.
” Hari ini saya bersama adik Lamek Dowansiba selaku Ketua KSM PB dan rekan-rekan KSM membuka secara Resmi Rumah Baca KSM PB yang ke 34 di distrik Mawabuan Kabupaten Tambrauw sekaligus memberikan secara simbolis bantuan peralatan sekolah dan bama bagi guru pengajar Rumah Baca” terang Norman.
Lanjut, Norman berharap Rumah Baca tersebur bisa bermanfaat dan menunjang Pendidikan anak-anak di luar Sekolah mengingat pentingnya Pendidikan bagi anak-anak generasi penerus bangsa. Namun sayangnya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti yang diinginkan.
“Bisa jadi karena keterbatasan ekonomi, jarak dan berbagai macam masalah sehingga menghambat perkembangan pendidikan sekolah anak anak kita” imbuhnya.
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal. Pendidikan ini dapat diakses atau dilaksanakan di ruang lingkup masyarakat agar anak anak memiliki inisiatif atau kesadaran mandiri untuk mengontrol kegiatan belajarnya.
” Tujuannya sama yaitu ingin mencerdaskan anak anak bangsa agar dimasa depan mereka menjadi anak anak yang intelektual, cerdas berwawasan mandiri dan berkarakter” sambungnya.
Sementara, Ketua KSM Papua Barat Lamek Dowansiba mengatakan pihaknga akan terus bergerak membumikan literasi di Tanah Papua sesuai semboyan mereka yakni “ANAK CERDAS PAPUA MAJU”. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tentunya banyak unsur terkait guna mendukung suksesnya pendidikan, salah satunya adalah tanggung jawab para orang dewasa untuk mengajari anak-anak disekitarnya.
” Dari pergerakan ini,Kami berusaha menggerakkan semua potensi untuk dapat terlibat berperan aktif dalam urusan pendidikan, khususnya pendidikan informal seperti rumah baca, perpustakaan mini dan lain sebagainya” tutupnya. (Rls/ACM)






















