Menu

Mode Gelap
37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari

PAPUA BARAT · 27 Apr 2023 05:12 WIT

Merajut Kebhinekaan, Atribut Adat Bakal Warnai Puncak Peringatan Hardiknas 2023 di Papua Barat


 Merajut Kebhinekaan, Atribut Adat Bakal Warnai Puncak Peringatan Hardiknas 2023 di Papua Barat Perbesar

MANOKWARI – Pemerintah Papua Barat melalui Dinas Pendidikan secara berjenjang telah melakukan rapat kesiapan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023. Uniknya para peserta yang menghadiri upacara bakal mengenakan atribut adat Papua maupun Nusantara. tanggal 27

Rapat yang dipusatkan pada ruang multimedia lantai III Kantor Gubernur dengan dihadiri para kepala sekolah, Kadis Pendidikan Kabupaten dan pimpinan OPD lingkup Papua Barat. Beragam topik telah diperbincangkan guna mematangkan peringatan yang hanya menyisakan beberapa hari lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Abdul Fatah,S.Pd.,M.M menjelaskan peringatan Hardiknas tahun 2023 pasca covid beberapa waktu lalu hanya dilaksanakan dengan upacara yang berlokasi di lapangan apel kantor Gubernur, Arfai. Untuk peserta telah disepakati berasal dari sejumlah sekolah diantaranya SMA Negeri 1 ,SMK Negeri 2, SMA Negeri Khusus Olahraga (Smankor), SMA Taruna Kasuari dan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA).

“Agenda kita dalam rangka peringatan Hardiknas adalah upacara bendera fokus di halaman kantor Gubernur hari Selasa tanggal 2 Mei 2023. Dalam kegiatan yang akan kita undang Forkopimda, pimpinan OPD baik itu Provinsi maupun para pejabat Kementerian, Dharmawanita dan TP PKK,” Ujarnya, Kamis (27/4/2023).

Lanjut Kadis Pendidikan sesuai petunjuk peserta akan mengenakan busana adat memberikan kesan tersendiri sebagai kesatuan dalam keberagaman. 

“Artinya bagaimana supaya Upacara ini punya kesan tersendiri untuk menunjukkan suatu kebhinekaan baik di Provinsi ini maupun di luar Papua Barat. Dari peserta itu paling tidak ada atribut adat Papua dan Nusantara,” Terangnya.

Dijelaskan karena waktu yang terbatas perhelatan tahun ini sedikit minim, akan tetapi dirinya optimis pada tahun depan akan lebih meriah disertai lomba-lomba. Secara otomatis akan melalui tahap perencanaan yang matang akan berjalan sesuai harapan.

Abdul Fatah juga mengajak semua pihak hendaknya mempunyai rasa memiliki terhadap dunia pendidikan yang seyogianya menjadi dasar demi menggapai cita-cita.

“Kita melihat kondisi saat ini pada masa covid-19 kita tidak melaksanakan tapi tahun ini sederhana. Tahun depan kita programkan bagaimana tahun 2024 akan lebih meriah lagi. Kita terlahir dari pendidikan dan tidak akan jadi orang besar tanpa pendidikan jadi harus ada rasa memilik,” Harapnya.(ACM)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Menteri Agama Resmi Tutup Pesparawi Nasional XIV, Sulut Juara Umum

28 Juni 2026 - 22:57 WIT

Pesparawi Nasional XIV Berakhir, Gubernur Papua Barat Lepas Ribuan Peserta dengan Pesan Damai

28 Juni 2026 - 22:34 WIT

Meski Sabet 10 Gold di Pesparawi Nasional XIV, Papua Barat Gagal Raih Gelar Champion

28 Juni 2026 - 22:11 WIT

Gubernur Fakhiri Hadir Langsung Beri Semangat Paduan Suara Pria Provinsi Papua Tampil di Pesparawi XIV

27 Juni 2026 - 22:15 WIT

Musik Gerejawi Nusantara, Warna Khas yang Memperkaya Kategori Lomba PESPARAWI XIV

27 Juni 2026 - 18:43 WIT

PSMTI Papua Barat Turut Meriahkan Pesparawi XIV Lewat Pesta 1.000 Durian

27 Juni 2026 - 18:24 WIT

Trending di PAPUA BARAT