Menu

Mode Gelap
Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw

PAPUA BARAT · 25 Okt 2023 16:50 WIT

Tak Terima Disinggung Dalam Apel, Praka DRB Bacok Komandannya Hingga Derita 12 Jahitan


 Foto Istimewa (ilustrasi) Perbesar

Foto Istimewa (ilustrasi)

MANOKWARI – Beredar luas di media sosial informasi pembacokan Perwira TNI Rindam XVIII/Kasuari oleh anggotanya, lantaran diduga mengucapkan kata rasis saat melaksanakan apel pagi, Sabtu (21/10/2023) lalu di Mako Rindam XVIII/Kasuari yang terletak di Momiwaren Kabupaten Manokwari Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian bermula pada hari Sabtu pukul 07.30 WIT, dilakukan apel pagi satdik secata Rindam XVIII/Kasuari sekaligus pengecekan personel untuk persiapan korve kesiapan penerimaan siswa Secata PK Reguler TNI-AD Gel II TA 2023.

Kemudian pada pukul 07.45 WIT, setelah apel bubar Praka Drik Rian Bayoa diketahui mendatangi Dansatdik Secata Rindam XVIII/Kasuari Letkol Inf. Tamami di kantin secata dan langsung melakukan pembacokan dibagian belakang kepala sebelah kanan yang mengakibatkan luka robek dengan 12 jahitan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII Kasuari Kolonel Inf. Syawaludin Abuhasan saat dikonfirmasi, Rabu (25/10/2023) membenarkan kejadian tersebut, namun dengan tegas membantah video perkataan rasis seperti yang beredar luas di jagat maya.

Kapendam mengatakan jika yang bersangkutan dalam hal ini Praka Drik Rian Bayoa mendapat penekanan dalam apel oleh Dansatdik Secata Rindam XVIII/Kasuari Letkol Inf. Tamami, namun karena tidak terima kemudian melakukan pembacokan.

” Saya tegaskan bahwa video perkataan rasis itu tidak benar. Yang benar adalah yang bersangkutan tersinggung saat apel itu diberi penekanan karena ada masalah sedikit. Dia tersinggung karena di depan orang banyak saat apel dia menahan diri. Nah setelah apel, dia dongkol barulah mendatangi Dansatdik ini kemudian dibacok dengan parang,” ungkap Kolonel Inf. Syawaludin.

” Jadi tidak benar kalau karena ucapan rasis,” imbuhnya.

Lanjut kata Syawaludin, usai kejadian tersebut Praka DRB langsung diamankan oleh Provost dan Pam dari rumahnya dan selanjutnya dibawa menuju Pomdam XVIII/Kasuari untuk diproses lebih lanjut.

” Saat ini yang bersangkutan sudah tahan di Pomdam untuk proses lebih lanjut, sedangkan Letkol Tamami sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit,”pungkasnya. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 205 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Papua Barat Tampil Memukau di Kategori Solo Remaja Putra Pesparawi Nasional XIV

23 Juni 2026 - 15:59 WIT

Hari Kedua Pesparawi Nasional, 27 Kontingen Berlaga Pada Lomba Kategori Musik Pop Gerejawi

23 Juni 2026 - 15:50 WIT

Kontingen Sulawesi Selatan Ikuti 9 Kategori Pesparawi XIV di Manokwari

23 Juni 2026 - 15:45 WIT

Sekda Pabar : Pameran UMKM Pesparawi Nasional XIV Turut Dongkrak Ekonomi Masyarakat Lokal

23 Juni 2026 - 15:35 WIT

Papua Barat Daya Tampil Memukau Pada Lomba Paduan Suara Anak Pesparawi Nasional XIV

22 Juni 2026 - 14:51 WIT

Vokal Grup Papua Tonjolkan Kekayaan Budaya Saat Tampil Pada Lomba Musik Pop Gerejawi

22 Juni 2026 - 14:45 WIT

Trending di PAPUA BARAT