MANOKWARI – Sebanyak 22 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STIH Caritas Papua dan STIE Mah-Eisa Manokwari dengan total lebih 200 pengurusnya dilantik dalam meregenerasi dan menyalurkan potensi non akademik mahasiswa, Kamis (1/6/2023).
Lebih dari 200 Mahasiswa tergabung dalam kepengurusan UKM meliputi 12 UKM dari STIH Caritas Papua dan 10 UKM dari STIE Mah-Eisa Manokwari mulai dari UKM Seni, akademik, hingga olahraga yang dilantik oleh Ketua STIH Caritas Papua Roberth KR Hammar dan Ketua STIE Mah-Eisa Manokwari Theodorus Herin, di salah satu hotel di Manokwari.
Dalam peringatan 1 Juli yaitu lahirnya Pancasila turut diadakan doa lintas agama sebagai bagian dari ungkapan syukur, juga menjelang Ujian Akhir Semester mahasiswa.
Ketua STIH Caritas Papua Roberth K.R Hammar mengatakan kebiasaan mahasiswa saat ini lebih dominan dikuasai oleh teknologi.
“Saya tahu banyak mahasiswa yang menjadi hamba teknologi. Kita yang harus kendalikan teknologi, bukan teknologi yang mengendalikan kita,” tegasnya.
Kepada pengurus UKM yang baru dilantik, Hammar berpesan agar banyak berkorban dalam menjalankan organisasi.
“Ketika menjadi pengurus harus rela keluarkan biaya, korban waktu. Jika sebelum menjadi pengurus banyak gunakan waktu untuk diri sendiri dan keluarga, ketika menjadi pengurus harus bisa menyisihkan waktu untuk UKM,” ujarnya.

Mewakili Bupati, Asisten I Setda Manokwari Wanto menambahkan, tugas generasi muda termasuk mahasiswa adalah mengisi kemerdekaan, salah satunya melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM). UKM merupakan wadah untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa.
“Menjadi bagian dari UKM merupakan wujud dari kemerdekaan mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan Mahasiswa. Sebagai penerus bangsa saya berharap mahasiswa bisa melanjutkan perjuangan yang sudah di bangun, terutama dalam UKM yang menjadi wadah pengembangan minat, bakat dan kreativitas mahasiswa, untuk di optimalkan,” bebernya.
Ketua STIE Mah-Eisa Manokwari, Theodorus Herin mengatakan pengurus UKM yang baru dilantik memiliki tanggung jawab yang besar untuk memajukan dan mengharumkan nama kampus, daerah, serta bangsa dan negara.
Menurutnya, sejak didirikan STIH Caritas Papua dan STIE Mah-Eisa Manokwari selalu menjadi yang terbaik dalam lomba baik olahraga maupun seni suara. Karena itu, UKM-UKM di STIH Caritas Papua dan STIE Mah-Eisa Manokwari harus bisa menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan tersebut agar bisa mengharumkan nama STIH Caritas Papua dan STIE Mah-Eisa Manokwari.
“Pelantikan hari ini bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Karena itu, harus berpacu dalam semangat Pancasila. Kalian dilantik karena dinilai punya kemampuan, sehingga tunjukkanlah kemampuan itu,” tandasnya. (ACM_2)






















