MANOKWARI SELATAN – Kematian Kepala Kampung Bidera Distrik Dataran Isim yang diduga meninggal karena vaksin, menyulut amarah masyarakat di Ransiki.
Massa yang emosi, kemudian merusak fasilitas gedung Puskesmas Ransiki dan memalang jalan sabri. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09. 30 wit, Kamis ( 16/12/2021). Gudang farmasi yang bersebelahan dengan Puskesmas Ransiki juga tak luput dari amukan warga.
Dari Puskesmas Ransiki, ratusan massa kemudian mengarak jenazah menuju Pendopo Kantor Bupati Mansel. Disitu, massa kembali melempari kaca-kaca di ruang sekertariat dan kantor Bupati hingga berguguran.
Selain merusak fasilitas kantor, massa juga membakar meja yang ada di pendopo Kantor Bupati yang merupakan lokasi pelaksanaan vaksinasi covid-19.
Tak berselang lama, perwakilan keluarga almarhum bertemu dengan Bupati Markus Waran dan Wakil Bupati Wempi Rengkung di ruang Rapat Kantor Bupati.
Kapolres Mansel,AKBP Slamet Haryono yang dikonfirmasi wartawan usai pertemuan tersebut mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab kematian Kepala Kampung Bidera dan salah seorang warga di distrik neney guna mengetahui penyebab pasti kematian almarhum.
“ Kami masih mendalami penyebab kematian almarhum apakah karena vaksin atau bukan, karena belum bisa dipastikan tanpa pemeriksaan medis lebih lanjut. Yang meninggal informasinya warga neney yang lakukan vaksin kedua tanggal 11 November, sedangkan yang tadi jenazahnya dibawa kesini itu Kepala Kampung di Isim baru vaksin pertama tanggal 14 desember kemarin” terang Kapolres.
Lanjut Kapolres, terkait pengerusakan Kantor Bupati yang dilakukan oleh massa tentunya akan diproses sesuai permintaan Bupati Markus Waran.
“Tadi didalam mereka membacakan tuntukan dan sudah dijawab oleh Pemda sehingga mereka berjanji untuk tidak akan melakukan aksi lagi. Kalau terkait pengerusakan tetap kita proses hukum dan akan segera ditindaklanjuti” pungkasnya.
Sementara itu, usai tuntutan mereka dijawab oleh Pemda Mansel, massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 14.30 wit. (ACM)






















