Menu ✖

Mode Gelap
Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Kematian Yanto Idorway Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian

MANOKWARI SELATAN · 3 Mei 2025 13:11 WIT

Operasi Pencarian Iptu Tomi Marbun Resmi Ditutup Oleh Polda Papua Barat


 Operasi Pencarian Iptu Tomi Marbun Resmi Ditutup Oleh Polda Papua Barat Perbesar

TELUK BINTUNI – Polda Papua Barat resmi menutup Operasi SAR pencarian Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, IPTU Tomi Samuel Marbun, dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (1/5/25).

Operasi berskala besar ini telah berlangsung sejak 18 Desember 2024 dan menempuh tiga tahap pencarian intensif di sekitar Sungai Rawara, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni.

Konferensi pers dipimpin oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., selaku Koordinator Misi Kemanusiaan Operasi SAR Polda Papua Barat 2025.

Turut hadir Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Kepala Kantor SAR Papua Barat Yefri Sabaruddin, perwakilan Komnas HAM Papua Barat Frits Ramanday, Tim Inafis Mabes Polri, pejabat utama Polda Papua Barat, serta keluarga IPTU Tomi Samuel Marbun.

Ia menyampaikan bahwa meskipun seluruh upaya maksimal telah dilakukan, hingga hari terakhir operasi, keberadaan IPTU Tomi maupun barang-barang pribadinya belum berhasil ditemukan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan hasil rekonstruksi kejadian sebelum IPTU Tomi dinyatakan hilang. Berdasarkan keterangan saksi dan penyelidikan di lokasi, diketahui bahwa terdapat sembilan orang yang menyeberangi Sungai Rawara pada saat itu. Delapan orang berhasil selamat, sementara IPTU Tomi menjadi satu-satunya yang tidak berhasil menyeberang dan kemudian hilang.

Total 510 personel dikerahkan dalam operasi ini, yang terbagi dalam berbagai zona:

• Zona Hijau dan Zona Kuning, mencakup wilayah Yakora hingga Aranday dan Meyerga, dikoordinasikan oleh Satgas SAR Polda Papua Barat 2025, dengan kekuatan 86 personel.

• Zona Merah, area paling berisiko, melibatkan 274 personel di bawah kendali Satgas Alfa Bravo Moskona 2025.

• Serta 150 personel dari satuan tugas pendukung, yang terdiri atas Satgas Intelijen, Satgas SAR, Satgas Tindak, Satgas Humas, dan Satgas Banops.

Berbagai metode telah digunakan dalam pencarian, antara lain penyisiran darat dan aliran sungai, pencarian di obstacle alami seperti batu dan tumpukan material sungai, pemantauan dengan drone, dan penggalian informasi dari masyarakat lokal.

Operasi ini menghadapi tantangan besar seperti cuaca ekstrem yang menyebabkan luapan sungai, keterbatasan akses komunikasi yang hanya bergantung pada jaringan satelit, serta ancaman dari binatang buas seperti buaya dan sengatan serangga liar.

“Walau belum menemukan hasil yang diharapkan, seluruh upaya kami dilakukan dengan penuh komitmen, kehati-hatian, dan semangat kemanusiaan. Kami tetap membuka ruang untuk informasi baru yang bisa ditindaklanjuti,” ujar Irjen Pol Johnny Isir.

Masyarakat pun diminta untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial serta mendukung upaya Polri yang dilakukan secara humanis, profesional, dan bertanggung jawab. (rls)

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Gelar Bimtek, Bagian Umum Setda Mansel Fokus Benahi Tata Naskah Dinas Dan Pengelolaan Aset

12 September 2026 - 19:09 WIT

Malas Ngantor, Sekda Mansel Minta TPP Pegawai Ditahan

16 Mei 2025 - 11:24 WIT

Menhan Kunjungi Rindam XVIII/Kasuari Di Momiwaren

3 Mei 2025 - 12:53 WIT

Tebar Kebaikan Ramadhan, Kakanwil Kemenag PB Salurkan Sembako di Momiwaren

25 Maret 2025 - 16:20 WIT

Kanwil Kemenag PB dan Pemkab Mansel Siap Bersinergi Dalam Program Keagamaan

25 Maret 2025 - 16:09 WIT

Pelaku UMKM di Mansel Dukung Program Ekonomi Kreatif Pemerintah

28 Desember 2024 - 15:59 WIT

Trending di MANOKWARI SELATAN