MANOKWARI – Tim Penggerak PKK Manokwari terus berupaya menggenjot capaian Imunisasi bagi anak dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), dimana hingga saat ini untuk cakupannya masih sangat rendah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengadakan Imunisasi massal yang di laksanakan di Gedung Wanita, Kamis (21/7/2022).
Kali ini Tim Penggerak PKK bersama dengan Dinas Kesehatan Manokwari bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Manokwari memberikan sosialisasi ke tiap-tiap sekolah untuk mendapatkan imunisasi sesuai umur.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari Febelina Indou menyampaikan bahwa Imunisasi lengkap pada anak sangatlah penting untuk menunjang kesehatannya dan jauh dari berbagai macam virus.
“Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Bayi kurang dari umur 1 tahun tahun 2020 hanya mencapai 46% dan tahun 2021 mencapai 56% dengan capaian seperti sangat berpotensi menjadi ancaman terjangkitnya penyakir seperti difteri, tetanus, campak rubela bahkan polio bagi anak karena rendahnya cakupan imunisasi”, ujarnya.
Pemerintah berupaya memulihkan cakupan yang hilang akibat Covid-19 dengan menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak nasional (BIAN). Program yang di mulai bulan Mei akan ditutup pada tanggal 28 Juli mendatang.

“Masih rendahnya cakupan Imunisasi di Kabupaten Manokwari mengharuskan Tim PKK berkolaborasi untuk melakukan percepatan BIAN dengan strategi imuniasi secara masal yang dimulai pada wilayah Manokwari Barat dikarenakan jumlah sasaran terbesar”, kata Febelina.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marthen Rantetampang menjabarkan cakupan imunisasi pertanggal 18 Juli 2022, dengan harapan agar masyarakat membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi.
“Cakupan imunisasi Oral Polio Vaccine (OPV) sebanyak 1428 (24,7%) anak mendapat imunisasi, imunisasi Inactivated Polio Vaccine (IVP) sebanyak 529 (6,0%) anak yang sudah mendapat imunisasi, dan imunisasi DPT-HB-Hib sebanyak 1090 (31,6%) anak sudah mendapat imunisasi”, urainya.

“Untuk capaian Imunisasi Campak Rubela pada anak usia 9-59 bulan sebanyak 3308 (22,5%) anak, Usia 5-7 tahun sebanyak 2.714 (45,3%) anak, dan Usia 7-12 tahun sebanyak 7.671 (43,4%) anak”, tutupnya. (ACM_2)






















