MANOKWARI – Kabupaten Manokwari memiliki kasus stunting atau kekurangan gizi pada anak terbilang tinggi, dimana hal ini menjadi salah satu tugas dari Tim Penggerak PKK untuk dapat menciptakan anak sehat dan keluarga yang harmonis, sehingga penanganan kasus stunting di Manokwari akan lebih di perhatikan lagi dengan dibukanya rumah gizi bagi anak stunting.
Hal tersebut diutarakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou saat imunisasi massal di Gedung Wanita, Kamis (21/7/2022).
“Kabupaten Manokwari ada di peringkat pertama dalam masalah stunting, oleh sebab itu diharapkan anak-anak dapat menerima hak kesehatannya melalui imunisasi lengkap”, tuturnya.
PKK juga memiiki program dalam penanganan stunting bagi anak, dimana sudah ada 30 anak mengalami stunting yang akan ditangani intens di rumah gizi Puskesmas Sowi. Nantinya rumah gizi akan ada di setiap Puskesmas di Manokwari.
“Kita memiliki satgas stunting yang terus bekerja, namun dari Tim PKK sedang mempersiapkan program penanganan stunting yaitu perekrutan kader posyandu yang ada di wilayah Manokwari” kata Febelina.
” Kami mulai dengan Puskesmas Sowi, dimana ada 30 anak yang mengalami stunting yang sudah di data. Kami dalam proses pengukuran ulang, kami rencanakan untuk louncing rumah gizi untuk penanganan stunting di posyandu di tiap distrik dengan angka stunting tinggi”, sambungnya.
Dengan penanganan intens dari rumah gizi ini nantinya anak-anak dengan stunting keadaannya dapat lebih baik. Direncanakan juga rumah gizi tersebut akan dilaunching pada 1 Agustus 2022 mendatang.
“Kami berharap 30 hari kedepan, sebanyak 30 anak Stunting tersebut dapat membaik. Rumah gizi tidak hanya di Puskesmas Sowi namun akan berlanjut di Puskesmas yang ada di Manokwari secara bergantian”, tutupnya. (ACM_2)






















