Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PENDIDIKAN & KESEHATAN · 25 Jul 2022 16:37 WIT

Prihatin Banyak Anak Tak Sekolah di Kampung Rourouw II Sogun, Theresia Ngutra Dirikan Sekolah Gratis


 Prihatin Banyak Anak Tak Sekolah di Kampung Rourouw II Sogun, Theresia Ngutra Dirikan Sekolah Gratis Perbesar

MANOKWARI – Walau belum memiliki ruangan yang layak, namun semangat belajar anak-anak Sekolah Persiapan TK dan SD Sowi Indah yang terletak di Kampung Persiapan Rourouw II Sowi Gunung Distrik Manokwari Barat ini tidak surut.

Meski berada tak jauh dari jantung kota, dan terletak di kompleks belakang kantor Bupati Manokwari, namun sekolah persiapan TK dan SD Sowi Indah jauh dari kata layak.

Nampak sebagian murid tidak mengenakan seragam dan sepatu. Sekolah mereka hanya sederhana terbuat dari terpal yang terlihat mulai robek serta bangku dan meja dari batang pohon, kemudian 1 papan tulis. 

Sekolah darurat ini diinisiator oleh Theresia Ngutra pada 14 Februari lalu karena dirinya prihatin melihat banyak anak-anak di lingkungan sekitar tempat tinggalnya yang tidak sekolah.

Akhirnya setelah melakukan pendataan di kampung persiapan Rourouw II dan Kampung Rowa, terdapat kurang lebih 50 anak-anak usia dini dan 20 usia SD yang hampir 80 persen adalah anak asli Papua, tidak bersekolah lantaran jarak yang cukup jauh dan juga ekonomi keluarga yang pas-pasan.

” Awalnya saya lihat adik-adik ini kenapa tidak sekolah, mereka ikut orang tuanya ke kebun. Jadi saya datangi rumah warga tanyakan alasan kenapa anak-anak tidak sekolah, dan alasan mereka karena jauh dan juga biaya” ujar Theresia.

Dengan latar belakang penduduk di kampung tersebut adalah petani dan supir taksi yang terbilang ekonomi pas pasan sehingga dirinya tidak memungut biaya sekolah alias gratis.

” Sekolah ini saya kasih gratis untuk mereka, karena kalau pungut biaya lagi pasti mereka tidak sekolah. Jadi semua dengan biaya sendiri, kalau ada dapat rejeki saya sisihkan buat beli mereka punya peralatan sekolah, bayar honor guru, walaupun sedikit tetap kita berikan” terangya.

Diawal memulai sekolah, theresia dibantu dengan adik-adiknya untuk mengajar anak-anak, namun sekarang ada beberapa guru sarjana yang membantu di sekolahnya. 

Wanita asal maluku ini berharap adanya perhatian pemerintah maupun stakeholder lainnya untuk mendukung sekolah tersebut. Sebab untuk menunjang honor guru maupun operasional sekolah hanya mengandalkan dari penghasilan pribadi Theresia yang merupakan staf LP3M UNIPA.

” Saya hanya ingin anak-anak di kampung ini bisa sekolah dapat pendidikan juga, karena mereka ini generasi penerus dan masa depan mereka bisa lebih baik dengan punya pendidikan” ucapnya.

Theresia Ngutra, Inisiator Sekolah Persiapan TK dan SD Sowi Indah

” Kalau untuk ijinnya, kami sedang berproses mengikuti prosedur di Dinas Pendidikan. Kemarin mereka juga ada turun lihat dan kasih bantuan terpal, karena yang ada sudah robek-robek” imbuhnya.

Salah satu orang tua murid Rahmawati mengucapkan terimakasih atas kepedulian Bunda Theresia mendirikan sekolah, sehingga anak-anak mereka bisa sekolah gratis. Dirinya berharap adanya perhatian pemerintah agar bisa membangunkan ruang belajar yang layak sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman.

” Kami bersyukur sekali ada Bunda Theresia yang peduli dengan pendidikan, sehingga anak-anak disini bisa sekolah gratis. Harapanya Pemerintah bisa bantu bangunkan ruang kelas supaya anak-anak bisa belajar nyaman” kata Rahmawati.

Hal senada juga disampaikan Seilla Rahajaan yang baru beberapa hari bergabung menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut.

 ” Saya baru beberapa hari mengajar disini khususnya untuk bahasa Inggris, dan anak-anak cukup cepat menerima pelajaran. Namun tidak hanya TK tetapi ada anak SD juga, jadi harus menciptakan suasana yang nyaman agar mereka tidak bosan dan hilang fokus saat belajar” ujar Seilla.

Sementara para murid yakni Jamilah Dowansiba dan Alfa Farneubun mengaku senang bisa belajar mengenal huruf dan calistung.

Saat ini Theresia bersama warga setempat juga sedang menyiapkan tempat darurat untuk memisahkan murid SD dan TK mengingat perbedaan pola pembelajaran dan kurikulum. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 232 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Wulai Akui Kemudahan Ubah Data Peserta Cukup Pakai Aplikasi Mobile JKN

16 Maret 2025 - 12:20 WIT

Pembayaran Iuran JKN Kini Semakin Mudah, Praktis dan Efisien

9 Maret 2025 - 18:28 WIT

Pindah Faskes Dengan Mudah, Yohanis Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN

2 Maret 2025 - 14:22 WIT

Ketua PSW YPK Manokwari Dukung Program Makan Bergizi Gratis

21 Februari 2025 - 19:15 WIT

Philep Akui Pelayanan Kesehatan Dengan Program JKN Kini Semakin Mudah Dan Cepat

16 Februari 2025 - 19:47 WIT

Program REHAB Bantu Rosy Lunasi Tunggakan Iuran JKN

13 Februari 2025 - 13:13 WIT

Trending di PENDIDIKAN & KESEHATAN