MANOKWARI – Memandang serius kasus stunting terhadap anak di Papua Barat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Prov.Papua Barat menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting dan gizi buruk pada anak, Kamis (1/9/2022).
Kegiatan yang diikuti anggota dan pengurus DWP sekaligus menandai awal kerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat.
Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber yaitu Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat Philmona Yarollo, dari Dinas Kesehatan Papua Barat Andry Parinussa dan dr. Sri Fatmi Watamponne.
Ketua DWP Papua Barat Sulastri Mandacan menyampaikan bahwa penanganan stunting terhadap anak harus di pandang serius dan mendapat penanganan yang benar.
“Perlu kita ketahui bersama bahwa stunting telah menjadi permasalahan yang serius juga dapat menyebabkan lost generation. Hal itu menjadi ancaman bangsa di masa depan serta menyebabkan kerugian negara hingga ratusan trilyun rupiah pertahun. Sehingga ini menjadi tugas bersama dalam penanganannya”, tutur Sulastri.
Kurangnya pemahaman dan rendahnya kesadaran masyarakat mengenai stunting dan dampaknya, menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi secara serius oleh berbagai pihak. Oleh karena itu sudah sepatutnya membekali diri dengan pengetahuan yang cukup terkait penyiapan generasi penerus yang berkualitas.
Salah satu faktor terjadinya stunting ada pada masa kehamilan, dimana ibu berperan dari mengandung hingga merawat generasi muda. Maka asupan gizi dan pola hidup sehat harus diterapkan.
“Sebagai seorang ibu tentunya kita memiliki peran yang sangat penting dalam melahirkan dan merawat anak-anak generasi penerus kita. Kita semua disini bertanggungjawab atas lahirnya generasi muda penerus bangsa yang kuat, sehat dan cerdas”, pungkasnya. (ACM_2)






















