MANOKWARI, acemo.co.id — Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Papua Barat mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Manokwari, Teluk Bintuni, dan Fakfak tercatat sebagai tiga wilayah dengan kejadian kecelakaan terbanyak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Polda Papua Barat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Mansinam 2026 yang salah satu fokusnya adalah menekan angka pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban akibat kecelakaan lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat Kombes Pol. Arief mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dari 131 kejadian menjadi 164 kejadian.
“Jumlah kecelakaan lalu lintas yang ada di wilayah kita meningkat, dari 131 kejadian menjadi 164 kejadian,” kata Arief, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut mencapai 33 kejadian. Seiring bertambahnya jumlah kecelakaan, korban meninggal dunia juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya 15 orang menjadi 26 orang.
Sementara korban luka berat meningkat dari 110 menjadi 121 orang. Adapun korban luka ringan justru mengalami penurunan, dari 209 orang menjadi 134 orang.
Arief menjelaskan, kecelakaan lalu lintas di wilayah Papua Barat masih banyak melibatkan pelajar dan kelompok usia produktif. Salah satu rentang usia yang menjadi perhatian adalah 24 hingga 29 tahun.
Sejumlah faktor turut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan, di antaranya pengaruh minuman beralkohol, ketidakpatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta kelalaian pengendara saat mengemudikan kendaraan.
Berdasarkan sebaran kejadian dalam tiga bulan terakhir, Manokwari, Teluk Bintuni, dan Fakfak menjadi wilayah yang mencatat angka kecelakaan relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi kepolisian dalam menentukan sasaran operasi dengan mempertimbangkan karakteristik dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
“Operasi Patuh ini kita laksanakan untuk menekan angka pelanggaran, mengurangi kecelakaan, dan menurunkan fatalitas korban, terutama korban luka berat dan meninggal dunia,” ujar Arief.
Selain penegakan hukum, Operasi Patuh Mansinam 2026 juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Arief menegaskan, penanganan persoalan kecelakaan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga membutuhkan upaya pencegahan secara menyeluruh. Edukasi kepada masyarakat serta peningkatan kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas dinilai penting untuk mencegah kecelakaan dan mengurangi dampak fatal yang ditimbulkan.
Dengan meningkatnya jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia, Polda Papua Barat mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan berhati-hati saat berkendara, serta mematuhi seluruh ketentuan lalu lintas selama Operasi Patuh Mansinam 2026 berlangsung. (Mega)






















