MANSEL, acemo.co.id – Sebanyak 56 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2026 resmi menyelesaikan pendidikan. Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI. Christian Kurnianto Tehuteru menegaskan, kelulusan tersebut bukan akhir dari proses pembentukan prajurit, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Penegasan itu disampaikan dalam amanat Pangdam XVIII/Kasuari yang dibacakan Komandan Rindam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Yusuf Sampoe Toding pada upacara penutupan pendidikan dan pelantikan 56 prajurit Bintara Infanteri di halaman Makorindam XVIII/Kasuari, Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Senin (26/10/2026).
Dalam amanatnya, Pangdam XVIII/Kasuari menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil dari proses panjang yang menuntut latihan, disiplin, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
“Atas nama pribadi dan selaku Pangdam XVIII/Kasuari, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan yang telah kalian raih. Pencapaian ini tentu tidak mudah, melainkan melalui latihan, disiplin, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Komandan Rindam XVIII/Kasuari.
Pangdam mengingatkan, para prajurit tidak boleh cepat berpuas diri atas pencapaian yang telah diraih. Setelah menyelesaikan pendidikan pertama, mereka masih harus melanjutkan pendidikan kecabangan Infanteri di Dodiklatpur Rindam XVIII/Kasuari.
Tahapan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan militer, serta mengasah kemampuan tempur sebagai bekal menghadapi tantangan tugas ke depan.
“Jangan cepat berpuas diri dengan kemampuan yang telah dimiliki. Teruslah belajar dan berlatih karena tantangan tugas di depan menuntut prajurit infanteri yang tangguh, profesional, dan siap melaksanakan tugas di berbagai kondisi,” tegasnya.
Selain kemampuan teknis dan tempur, Pangdam XVIII/Kasuari juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi seorang Bintara.
Sebagai unsur penting dalam struktur keprajuritan, Bintara memiliki tanggung jawab membina, memimpin, sekaligus menjadi teladan bagi anggota. Karena itu, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan pangkat maupun kewenangan, tetapi harus ditunjukkan melalui sikap, kedisiplinan, kemampuan, dan tanggung jawab.
“Jadilah bintara yang tegas, tetapi tetap humanis. Berani mengambil keputusan, namun tetap bijaksana, serta mampu menjaga kekompakan dan semangat anggota dalam berbagai situasi,” pesannya.
Pangdam juga menekankan bahwa pendidikan militer tidak sekadar bertujuan memperoleh kualifikasi, tetapi menjadi proses pembentukan mental, karakter, dan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, prajurit Infanteri harus senantiasa menjaga ketangguhan fisik, mental, kemampuan tempur, serta memperkuat jiwa korsa melalui setiap tahapan pendidikan.
Dalam amanat tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari turut mengingatkan para prajurit agar senantiasa menjaga sikap dan perilaku, baik selama pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, kehormatan sebagai prajurit TNI AD harus dijaga melalui tindakan nyata dan tidak boleh dirusak oleh perilaku yang tidak bertanggung jawab.
“Jaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan. Menjadi prajurit adalah kehormatan dan kehormatan itu harus dijaga melalui perbuatan nyata,” demikian pesan Pangdam.
Para prajurit juga diminta menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam setiap langkah pengabdian.
Disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab disebut sebagai landasan utama dalam membentuk prajurit yang profesional serta dapat diandalkan dalam pelaksanaan tugas.
Pada kesempatan itu, Pangdam XVIII/Kasuari menyampaikan penghargaan kepada Danrindam XVIII/Kasuari beserta seluruh unsur penyelenggara pendidikan, para kader, guru militer (Gumil), pelatih, dan unsur pendukung pendidikan atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua dan keluarga prajurit yang senantiasa memberikan doa, dukungan, serta pengorbanan selama proses pendidikan berlangsung.
Pangdam menilai, keberhasilan para prajurit menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan keluarga yang menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menutup amanatnya, Pangdam XVIII/Kasuari berharap seluruh prajurit yang baru dilantik dapat terus meningkatkan kemampuan, menjaga kehormatan satuan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan berakhirnya pendidikan pertama ini, 56 prajurit Bintara Infanteri diharapkan mampu melanjutkan pendidikan kecabangan dengan semangat juang tinggi, disiplin, dan kesiapan untuk menjadi prajurit TNI AD yang profesional. (Rls)






















