Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 26 Jun 2026 14:46 WIT

Gubernur Mandacan Pastikan Pemda Akan Penuhi Kebutuhan Dasar Ex Anggota OPM Yang Kembali ke NKRI


 Gubernur Mandacan Pastikan Pemda Akan Penuhi Kebutuhan Dasar Ex Anggota OPM Yang Kembali ke NKRI Perbesar

MANOKWARI – Gubernur Dominggus Mandacan memastikan pemerintah akan memenuhi kebutuhan dasar 10 mantan anggota Organisasi Papua Merdeka dan keluarganya yang telah kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebutuhan dasar tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan ekonomi. 

Pernyataan Gubernur Mandacan tersebut disampaikan saat bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Pangkogab-Wilhan III dan Forkopimda Papua Barat menggelar konferensi pers di Makodam XVIII Kasuari, usai mengikuti upacara ikrar sumpah janji kembalinya 10 mantan anggota OPM dan 27 orang keluarganya ke NKRI yang digelar di lapangan Makodam XVIII Kasuari, Kamis (25/6/2026). 

Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan Pemprov Papua Barat akan melakukan koordinasi bersama Pemkab Teluk Bintuni dan pemerintah pusat termasuk bersama TNI dan Polri terkait pemenuhan kebutuhan para mantan anggota OPM dan keluarganya setelah bergabung kembali dengan NKRI. 

Gubernur Mandacan mengungkapkan, kebutuhan utama yang wajib dipenuhi pemerintah adalah penyediaan kebutuhan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan ekonomi namun jika masih ada rasa ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah, dapat disampaikan melalui saluran yang ada seperti melalui tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat agar dapat dikabulkan atau dibenahi.

Gubernur Mandacan juga mengatakan, saat ini masih ada masyarakat biasa yang juga ikut mengungsi ke hutan akibat peristiwa konflik bersenjata antara TNI dan OPM beberapa waktu lalu sehingga kewajiban pemerintah bersama TNI dan Polri adalah mengembalikan mereka ke tempat tinggal asal yakni Distrik Meyerga dan Distrik Moskona Utara Kabupaten Teluk Bintuni. 

“Dengan direlokasikannya 10 mantan anggota OPM dan keluarganya serta kembalinya masyarakat yang masih mengungsi, akan memberi dampak positif bagi anggota OPM lainnya yang masih berkeliaran di hutan untuk bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy mengatakan Pemkab Teluk Bintuni telah berkomitmen dengan Pemprov Papua Barat untuk bersama memenuhi kebutuhan dasar mantan anggota OPM dan keluarganya meliputi kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan ekonomi, bahkan jika diperlukan, anak-anak dari mantan anggota OPM yang telah kembali ke NKRI akan diberikan beasiswa pendidikan gratis.

” Pemda Teluk Bintuni juga berkomitmen bersama Pemprov Papua Barat untuk memenuhi kebutuhan dasar mantan keluarga OPM yang telah kembali ke NKRI bahkan jika perlu anak-anak mereka akan diberikan beasiswa pendidikan gratis,” ucapnya. [Amstrong Lucas]

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Kabid Dokkes dan Penyerahan Jabatan Kabid Propam

10 September 2026 - 20:55 WIT

Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hut Ri Ke-81 Dengan Lancar Dan Sukses

18 Agustus 2026 - 04:57 WIT

HUT RI ke-81 Momentum Pemuda Untuk Terus Berkarya Mengisi Pembangunan

18 Agustus 2026 - 04:55 WIT

Remisi HUT Ke-81, Binaan di Papua Barat dan Papua Barat Daya Terima Pengurangan Masa Pidana

17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Gubernur Papua Barat: Remisi Momentum Teguhkan Komitmen Negara Hadir dalam Pembinaan Warga Binaan

17 Agustus 2026 - 12:52 WIT

Dua Remaja Diciduk Jatanras Polda Papua Barat, Diduga Curi Laptop di Sekolah

13 Agustus 2026 - 19:38 WIT

Trending di PAPUA BARAT