Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 25 Jun 2026 21:36 WIT

Pangkogabwilhan III Sebut Pembangunan di Papua Tidak Bisa Gunakan Kekerasan Bersenjata


 Pangkogabwilhan III Sebut Pembangunan di Papua Tidak Bisa Gunakan Kekerasan Bersenjata Perbesar

MANOKWARI – Pembangunan di Tanah Papua termasuk di Provinsi Papua Barat tidak akan berhasil jika dilaksanakan dengan menggunakan kekerasan bersenjata. Pembangunan harus menggunakan kasih melalui pendekatan kemanusiaan dan pendekatan humanis.

Demikian disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Tiga Letjen TNI Lucky Avianto saat memimpin upacara ikrar sumpah dan janji setia 10 mantan anggota Organisasi Papua Merdeka bersama 27 anggota keluarga mereka yang digelar di lapangan markas Kodam XVIII Kasuari di Arfai Manokwari pada Kamis (25/6/2026).

” Pembangunan di Tanah Papua termasuk di Papua Barat harus dilakukan dengan kasih karena pembangunan tidak bisa dilaksanakan dengan kekerasan bersenjata,” tegas Letjen Lucky Avianto.

Secara khusus Pangkogabwilhan Tiga ini juga memberikan apresiasi kepada Kodam XVIII Kasuari yang secara aktif telah melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan menggunakan pendekatan kemanusiaan dan pendekatan humanis.

Sementara itu dalam konferensi pers, Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI Cristian Kurnianto Tehuteru mengatakan pendekatan kepada puluhan mantan anggota OPM dan keluarganya yang akhirnya dengan sukarela mau kembali bergabung dengan NKRI, dilakukan secara persuasif tanpa intimidasi sama sekali.

” Prajurit kami melakukan pendekatan secara persuasif dan tanpa adanya intimidasi terhadap puluhan mantan anggota OPM sehingga kemudian mereka bersama keluarganya secara sukarela kembali ke pangkuan NKRI,” jelas Pangdam.

Mayor Jenderal TNI Kristian Tehuteru mengungkapkan, apa yang dilakukan Kodam XVIII Kasuari sesuai dengan visi dan misi bersama yaitu daripada mempertajam perselisihan yang ada, lebih baik mempersatukan persamaan yang dimiliki. [Amstrong Lucas]

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Kabid Dokkes dan Penyerahan Jabatan Kabid Propam

10 September 2026 - 20:55 WIT

Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hut Ri Ke-81 Dengan Lancar Dan Sukses

18 Agustus 2026 - 04:57 WIT

HUT RI ke-81 Momentum Pemuda Untuk Terus Berkarya Mengisi Pembangunan

18 Agustus 2026 - 04:55 WIT

Remisi HUT Ke-81, Binaan di Papua Barat dan Papua Barat Daya Terima Pengurangan Masa Pidana

17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Gubernur Papua Barat: Remisi Momentum Teguhkan Komitmen Negara Hadir dalam Pembinaan Warga Binaan

17 Agustus 2026 - 12:52 WIT

Dua Remaja Diciduk Jatanras Polda Papua Barat, Diduga Curi Laptop di Sekolah

13 Agustus 2026 - 19:38 WIT

Trending di PAPUA BARAT