MANOKWARI – Bupati Manokwari meninjau Pelabuhan ASDP Marampa yang sudah dihibahkan Kementrian Perhubungan, untuk menjadi aset daerah dan diharapkan mendatangkan PAD untuk daerah. Bupati juga meminta agar Pelabuhan beroperasi mulai besok, Rabu (18/10/2023).
Setelah dihibahkan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pertanggal 14 Juli 2023 lalu, bertempat di Pelabuhan Marampa, Bupati Manokwari bersama Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manokwari, meninjau kesiapan Pelabuhan untuk segera dioperasikan, dan segera mengisi kekuarangan fasilitas yang ada.
Dalam arahannya, Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan bahwa pelabuhan ASDP Marampa Manokwari ini secara resmi sudah dihibahkan dari Kementerian Perhubungan untuk menjadi aset atau barang milik pemerintah Kabupaten Manokwari yang tentu pemerintah akan mengoperasikan pelabuhan ini sesuai dengan fungsinya.

Dikatakannya untuk sementara Pelabuhan ini nantinya dioperasikan dari Manokwari menuju Biak dan Teluk Wondama. Ke depan akan diusulkan untuk bisa beroperasi hingga Waropen dan Yapen.
“Pelabuhan sementara rutenya masih menghubungkan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Manokwari dengan Biak Numfor dan Kabupaten Teluk Wondama. Kami masih mengusulkan untuk Kabupaten Yapen dan Waropen. Nanti akan diajukan secara resmi kepada Kementerian Perhubungan tentu dengan persetujuan dari Bupati Yapen maupun Waropen”, jelas Bupati.
Disampaikan Bupati, dengan aktifnya kembali Pelabuhan ini dapat memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat tentunya dalam hal perdagangan yang dapat dikirim ke daerah lain.
“Kita berharap ini akan menjadi akses ekonomi bagi seluruh masyarakat yang akan menjual atau memperdagangkan hasil pertanian yang ada di Manokwari. Bisa berdampak kepada perekonomian masyarakat yang hendak menjual barang dagangan”, imbuh Hermus.

“Karena ini sudah menjadi aset Pemda Manokwari kita akan melihat fasilitas lain yang belum memadai, untuk dibenahi sehingga pelabuhan dapat memberi pelayanan Kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut”, tambahnya.
Nantinya Pelabuhan ini akan dikelola oleh UPT untuk dapat menghasilkan PAD bagi daerah. Pajak retribusi akan dijalankan dengan pemungutan retribusi parkir dan lainya.
“Akan dibentuk UPT untuk kelola PAD melalui Pelabuhan. Kita juga sudah menetapkan Perda tentang pajak dan retribusi daerah sehingga mengacu pada Perda itu akan ada retribusi untuk parkir dan lain-lainnya yang dihasilkan”, kata Bupati Hermus.
Sementara Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Manokwari Yosep Mandacan menjelaskan, ada banyak kekurangan yang masih harus dipenuhi, seperti marka jalan rambu-rambu jalan, sehingga pihaknya sudah mengusulkan dalam dana alokasi khusus.
Untuk operasional Pelabuhan dikatakan sudah layak, kapal juga sudah bisa bersandar sehingga dari Bupati mengusulkan agar pelabuhan dapat berjalan secepatnya.
“Pelabuhan sudah layak dioperasikan, kapal juga beberapa minggu lalu sudah bisa bersandar sehingga dari usulan Bupati pelabuhan sudah bisa berjalan mulai besok”, tutur Kadis.
“Untuk jadwal pelabuhan kapal akan ada di setiap Selasa, Kamis dan Sabtu, dengan Kapal Napan yang menuju Teluk Wondama dan Kapal Pasific akan menuju Biak”. tutupnya. (ACM_2)






















