Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PENDIDIKAN & KESEHATAN · 28 Jul 2022 08:44 WIT

Kepsek: Biaya Afirmasi Dipakai Berdayakan Sekolah di Papua Barat


 Kepsek: Biaya Afirmasi Dipakai Berdayakan Sekolah di Papua Barat Perbesar

MANOKWARI, 28/7 (ANTARA) – Kepala SMAS Katolik Villanova, Pastor Stevanus Alo menyarankan pemerintah daerah agar mengalokasikan anggaran pendidikan afirmasi untuk memberdayakan sekolah yang ada di Papua.

“Salah satunya dengan memberdayakan tenaga kependidikan, sistem manajemen sekolah dan fasilitas. Daripada biayanya digunakan untuk afirmasi tetapi hasilnya kita tidak pernah tahu seperti apa,” ucap Stevanus di Manokwari, Kamis.
Stevanus menilai, biaya afirmasi pendidikan ke luar daerah cukup besar namun kualitas belajar dinilai sama dengan yang ada di Papua.
Ia menambahkan, kalau pemerintah daerah jeli dan punya wawasan refleksi dan analisis yang bagus, pemberdayaan seluruh sekolah di Papua khususnya Papua Barat dapat dilakukan.
“Saya harapkan setiap pemerintah kabupaten bisa memperhatikan itu. Saya adalah salah satu orang yang kurang setuju dengan afirmasi,” tegas Stevanus.
Stevanus menjelaskan, afirmasi boleh dilakukan jika menyangkut dengan perguruan tinggi sebab masih banyak jurusan yang tidak ada di universitas-universitas yang ada di Papua. Tetapi menurutnya afirmasi untuk SMP dan SMA tidak perlu dilakukan.
“Seharusnya di Papua saja yang diberdayakan karena pendidikan di Papua juga bagus. Apalagi kemarin anak-anak kita bisa buktikan juarai kompetisi internasional dan mengharumkan nama daerah. Itu harus jadi refleksi pemerintah,” jelas Stevanus.
Dikatakan, semua anak sudah punya dasar yang bagus dan mampu untuk berkembang lebih baik. Hanya saja para guru yang mengajar dan mendidik harus mampu mengembangkannya ke arah lebih baik.
Misalnya anak-anak mau meneliti biologi, bisa sekolah dibantu dengan pengadaan mikroskop atau alat lain termasuk laboratorium dan perpustakaan. Itu yang lebih diperlukan.

“Soal anak itu dia mau lebih baik itu urusan kami sebagai guru. Tapi kalau mereka membutuhkan fasilitas, itu (jadi urusan) pemerintah,” kata Stevanus.

Oleh : Rachmat Julaini
Editor : Muhammad Yusuf

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Wulai Akui Kemudahan Ubah Data Peserta Cukup Pakai Aplikasi Mobile JKN

16 Maret 2025 - 12:20 WIT

Pembayaran Iuran JKN Kini Semakin Mudah, Praktis dan Efisien

9 Maret 2025 - 18:28 WIT

Pindah Faskes Dengan Mudah, Yohanis Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN

2 Maret 2025 - 14:22 WIT

Ketua PSW YPK Manokwari Dukung Program Makan Bergizi Gratis

21 Februari 2025 - 19:15 WIT

Philep Akui Pelayanan Kesehatan Dengan Program JKN Kini Semakin Mudah Dan Cepat

16 Februari 2025 - 19:47 WIT

Program REHAB Bantu Rosy Lunasi Tunggakan Iuran JKN

13 Februari 2025 - 13:13 WIT

Trending di PENDIDIKAN & KESEHATAN