PEGUNUNGAN ARFAK – Setelah melakukan persiapan akreditasi sejak bulan Juni hingga Oktober lalu, akhirnya Puskesmas Testega Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) mendapat kunjungan dari Tim Survei Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Fayankes Seluruh Indonesia ( LASKESI). Kunjungan Tim yang diketuai oleh Daniel Mada,S.Kep,Ns,M.Kep dan anggota dr. Charis Olivia F. Hattu untuk melakukan penilaian/survey akreditasi Puskesmas Testega.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Akreditasi Puskesmas Testega Bertolomius Dowansiba, Senin (11/12/2023). Ia mengatakan kunjungan tim akreditasi dilakukan selam 3 hari mulai dari tanggal 5-7 Desember 2023 guna melakukan penilaian akreditasi di Puskesmas terjauh di Kabupaten Pegaf ini.

Ketua Tim Akreditasi Puskesmas Testega, Bertolomius Dowansiba (Kiri), didampingi Ketua DPD PPNI Kab. Pegaf, Hendrik Iba (Kanan)
“ Sejak bulan Juni lalu sampai Oktober kami mempersiapkan akreditasi dengan didukung teman-teman pokja, Kapus dan juga Dinas Kesehatan, sehinggaa kemarin tanggal 5 sampai 7 Desember,tim surveyor sudah lakukan penilaian,” terang Berto.
Dirinya mengungkapkan dalam penilaian tersebut, tim surveyor yang terdiri dari dua orang tersebut menekankan beberapa hal yang berkaitan dengan tata kelola managemen puskesmas seperti penataan dokumen kegiatan beserta program kerja Puskesmas yang belum dijalankan, kemudian dilaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Selain itu, kelengkapan fasilitas yang belum ada, serta penambahan tenaga kesehatan.

“ Ada beberapa hal yang menjadi catatan Tim Surveyor yaitu beberapa dokumen yang belum ada, kemudian program kerja yang belum dibuat, serta kekurangan fasilitas dan tenaga medis yang harus dilengkapi,” tambahnya.
Walau Puskesmas Testega baru pertama kali mengikuti penilaian Akreditasi,namun Bertolomius mengaku optimis bisa mendapatkan penilaian yang baik meskipun masih banyak kekurangan khususnya dalam hal tenaga medis, seperti belum adanya dokter gigi, tenaga analis, apoteker, tenaga kesling. Di Puskesmas Testega sendiri jumlah tenaga media ada sekitar 17 orang, terdiri dari 1 dokter umum, 16 perawat dan 3 bidan yang melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di 15 kampung.

“ Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman pokja yang telah bekerja keras dan selalu semangat menyiapkan akreditasi Puskesmas kita. Walaupun Puskesmas Kami berada jauh di kampung tetapi Kami juga ingin maju dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” ucap Berto.
Sementara itu, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI ) Kabupaten Pegaf, Hendrik H. Iba memberikan apresiasi yang tinggi kepada Puskesmas Testega karena telah mengikuti akreditasi puskemas bersama 8 Puskesmas lain di Kabupaten Pegaf.

Hendrik Iba yang juga perawat di Puskesmas Testega ini mengatakan puskesmas yang pertama mendapat kunjungan dai surveyor adalah puskesmas Anggi, Sururey, Hink , kemudian Testega dan Anggi Gida. Dalam penilaian tersebut, Hendrik mengatakan tentunya ada beberapa catatan perbaikan dari Tim Penilai yang harus ditindaklanjuti, sehingga dirinya berharap Puskesmas yang tengah diakreditasi bisa segera menyelesaikannya.

“ Kalau di Puskesmas Testega kemarin ada beberapa berkas yang diminta segera dilengkapi dan sudah ditindaklanjuti oleh Pokja, kemudian sudah dikirimkan ke Tim Surveyor nanti mereka yang lanjutkan ke Pusat,” tutur Hendrik.
“ Memang untuk hasil akreditasinya belum tahu kapan disampaikan, tetapi biasanya 2 minggu setelah kungjugan penilaian sertifikatnya akan keluar,” sambunya.

Dirinya berharap dengan adanya akreditasi puskesmas di Kabupaten Pegaf, tentunya dapat meningkatkan pelayanan, tidak saja memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetapi juga dapat memperbaiki tata kelola administrasi Puskesmas. (ACM)






















