MANOKWARI – Toleransi beragama terlihat dari perayaan Paskah yang diselenggarakan Pemda Manokwari, TNI-Polri bersama masyarakat, dimana hal yang mencuri perhatian Bupati manokwari Hermus Indou menyaksikan penari tamborin dan paduan suara gabungan dari denominasi agama.
Penari Tamborin dan paduan suara yang bernaung di bawah BKAG Warpramasi menarik perhatian Bupati Manokwari saat ibadah Paskah, dimana beberpa penari dan paduan suara merupakan umat beragama Islam.
Dirinya mengapresiasi toleransi dan keberagaman yang terjalin baik di masyarakat, sehingga tak hanya umat Kristen, umat beragama Islam pun ikut serta dalam iringan pujian rohani yang disenandungkan saat berjalannya ibadah.

“Saya mengapresiasi penari tamborin dan paduan suara tidak hanya Kristen, namun yang Muslim juga ikut berpartisipas. Hal seperti ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi”, Ujarnya.
Sementara itu, Dijelaskan oleh Wulan Lumeling yang merupakan pembina penari tamborin dan paduan suara yang tergabung dari anak-anak yang berada di Distrik Sidey, dibawah naungan BKAG. Dirinya menuturkan bahwa dari 100 orang yang tergabung dengan penari tamborin dan paduan suara ada 6 anak yang beragama Islam dan ikut dalam perayaan Paskah.
“Kami ada sebanyak 100 orang yang 6 diantaranya beragama muslim. Mereka sudah ikut sejak perayaan Natal lalu, dimana mereka meminta bergabung karena ketertarikan sendiri”, ucapnya.

Dirinya menyampaikan, penari tamborin dan paduan suara berusia dari 6 tahun hingga 15 tahun. Harapannya kedepan agar toleransi seperti ini dapat terus dijalin tak hanya dalam kegiatan agama Kristen namun di semua denominasi yang ada di Kabupaten Manokwari. (ACM_2)






















