Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 15 Jul 2023 18:12 WIT

Bupati Manokwari Paparkan Sejumlah Proyek Strategis Pembangunan Daerah Kepada Wapres Ma’aruf Amin


 Bupati Manokwari Paparkan Sejumlah Proyek Strategis Pembangunan Daerah Kepada Wapres Ma’aruf Amin Perbesar

MANOKWARI – Bupati Manokwari memaparkan sejumlah program pembangunan strategis Pemerintah daerah, dihadapan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. ddr.(H.C) K.H. Ma’aruf Amin yang didampingi Penjabat Gubernur Papua Barat, saat berkunjung di Manokwari, Sabtu (15/7/2023).

Bupati Manokwari Hermus Indou menjelaskan bahwa terdapat tiga program prioritas pembangunan infrastruktur oleh Pemkab Manokwari di tahun 2023-2024. Salah satu proyek strategis yang bernilai sejarah yakni Jembatan Pepera 1969- Lintas Teluk Sawaibu.

Dijelaskan ketiganya yaitu peningkatan kapasitas ruas jalan simpang H.Bauw-Pahlawan sepanjang 1,5 Km, peningkatan kapasitas ruas jalan Fajar Roon – Sujarwo Condronegoro sepanjang 1,72 Km dan pembangunan jembatan Pepera 1969 lintas teluk Sawaibu 350 m.

Jembatan Pepera tidak hanya menjadi simbol sejarah, namun juga mempermudahkan akses transportasi bagi masyarakat yang berdomisili di pulau peradaban orang Papua, yakni Mansinam dan begitu juga sebaliknya terhadap masyarakat yang ada di kota Manokwari.

“Pepera merupakan saat dimana Papua berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami berharap, jembatan ini akan menjadi simbol pelestarian nilai-nilai sejarah, perjuangan bangsa,” beber Bupati Hermus Indou.

Tak hanya itu, dua program stategis lain yaitu pembangunan pasar Sanggeng yang dianggarkan memakan biaya 168,2 Milyar, dengan luas tanah 27,809 m^2 dan luas bangunan 22.947 m^2 yang akan diisi oleh 394 unit kios dan 1.016 los pedagang. Manfaatnya untuk meningkatkan perekonomian rakyat dan pendapatan asli daerah.

Hal kedua yaitu penataan Kawasan Arena Publik Borasi dan Pembangunan Pasar Sanggeng, yang sudah mulai pembangunannya saat ini. Dimana untuk Kawasan Arena Publik Borasi memiliki luas lahan 23.752 m^2 dengan luas bangunan 4.903,71 m^2 berlantai dua, dengan biaya 70 Milyar.

Yang dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik yang representative dan memadai untuk kegiatan pemerintah dan interaksi masyarakat di Kabupaten, sebagai tempat rekreasi keluarga, sosial budaya ekonomi, keagamaan, dan olahraga bagi masyarakat di Manokwari dan sekitarnya. Juga sebagai pusat penyelenggaraan acara nasional atau regional. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 178 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Tim Pemekaran Targetkan Kabupaten Pegunungan Meyah Terwujud Sebelum Tahun 2030

22 September 2026 - 19:29 WIT

Kapolda Papua Barat Tekankan Pencegahan Kecelakaan dan Disiplin Personel di Jalan Raya

22 September 2026 - 18:03 WIT

Ratusan Warga Suku Meyah Datangi MRPB, Minta Rekomendasi Adat Pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah

22 September 2026 - 17:59 WIT

FUN RUN 5K HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

19 September 2026 - 11:34 WIT

Yosias Saroy Ajak Semua Pihak Bersatu, Struktur KONI Papua Barat Segera Dilengkapi

18 September 2026 - 18:54 WIT

Musorprovlub KONI Papua Barat Dinyatakan Sah, Tahapan Pemilihan Telah Sesuai AD/ART

18 September 2026 - 18:00 WIT

Trending di PAPUA BARAT