MANOKWARI – Kejaksaan Tinggi Papua Barat tanda tangani nota kesepahaman bersama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Papua Barat tentang Pengembangan program Tri Dharma perguruan tinggi dan peningkatan sumber daya manusia, di aula Kejati Papua Barat, Selasa (25/7/2023).
Penandatangan MoU ini langsung dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Harli Siregar bersama Ketua STIH Manokwari Papua Barat Fillep Wamafma yang disaksikan seluruh jajaran Jaksa dan staf maupun Dosen STIH Manokwari.
Dalam arahannya Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Harli Siregar mendukung kerjasama yang dilakukan antar kedua instansi terutama membangun 4 pilar pembangunan hukum.

“4 pilar pembangunan hukum nasional didalamnya ada terkait materi hukum integritas aparat penegak hukum, sarana prasarana hukum dan kesadaran hukum masyarakat. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas antara praktisi dengan akademisi”, ujarnya.
Dari kerjasama ini nantinya saling mendorong untuk peningkatan kualitas juga mutu kedua instansi terutama memperkuat Tri Dharma perguruan tinggi
“Kerjasama ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas kedua komponen. Ini akan memperkuat STIH dalam Tri Darma perguruan tinggi sehingga kami hadir juga untuk memberi penguatan”, tutur Kajati.
“Kami berharap STIH Manokwari dapat berkonsentrasi dalam memperkuat institusi Adyaksa kedepan melalui tugas pokok dan wewenang yang akan di jalankan”, harapnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua STIH Manokwari Papua Barat Fillep Wamafma menyampaikan bahwa STIH Manokwari memiliki akreditasi Baik Sekali sehingga hal tersebut menjadi dorongan untuk terus berkembang juga melalui kerjasama yang dilakukan.

Program lain yang ditawarkan juga untuk kerjasama Restoratif jastis yang sudah diusulkan kepada Kejaksaan Agung. Kedepan juga STIH Manokwari direncanakan akan membuka program studi Pascasarjana.
“Ditahun ini direncanakan dibuka program Pascasarjana. Kami juga meminta program restoratif jastis kepada kejaksaan agung, dan kami akan buka pusat kajian dan bantuan hukum”, jelas Fillep.
Fillep juga berharap adanya anggaran yang dapat digelontorkan untuk peningkatan dan kualitas pendidikan di Papua Barat. (ACM_2)






















