MANOKWARI – Kepala Perum Bulog Manokwari, Sheika Herawaty memastikan walau penutupan selat hormuz akibat perang antara Israel Amerika melawan Iran telah berdampak di beberapa negara eksportir beras seperti Thailand, Vietnam dan Kamboja dengan mulai naiknya harga beras imbas kenaikan harga BBM, namun untuk Indonesia khususnya di Manokwari, ketersediaan beras masih mencukupi hingga akhir tahun bahkan harga beras masih tetap normal tidak ada kenaikan harga.
‘’ Sampai saat ini harga beras di pasaran belum ada kenaikan harga dan stoknya aman sampai akhir tahun 2026 ini. Bukan karena imbas perang dan lain-lain, tetapi tetap pasokan beras aman karena kami menerima dari Sulawesi Selatan dan Jatim sehingga tetap aman,‘’ ujar Sheika saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/3/2026).
Ia mengungkapkan saat ini di gudang bulog tersedia 775 ton beras yang mampu bertahan hingga bulan Mei, selain itu saat ini ada 500 ton beras sedang dalam pembongkaran untuk persiapan penyaluran bantuan pangan tahun 2026.
‘’ Print lock yang secara bertahap akan masuk Manokwari yakni sebanyak 8.700 ton beras sehingga dipastikan ketersediaan beras di Manokwari akan aman hingga akhir tahun 2026,’’bebernya.
Sheika Herawaty juga mengungkapkan hingga saat ini harga beras di pasaran tetap stabil di angka 13.500 rupiah per kilo sehingga dirinya meminta agar masyarakat tidak panik, namun tetap tenang karena ketersediaan beras di gudang bulog sangat mencukupi hingga akhir tahun dan harga beras di pasaran juga tetap stabil tidak mengalami lonjakan. (Amstrong Lucas)






















