Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 22 Sep 2026 19:29 WIT

Tim Pemekaran Targetkan Kabupaten Pegunungan Meyah Terwujud Sebelum Tahun 2030


 Tim Pemekaran Targetkan Kabupaten Pegunungan Meyah Terwujud Sebelum Tahun 2030 Perbesar

MANOKWARI, acemo.co.id — Tim pemekaran menargetkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meyah sudah resmi berdiri sendiri sebelum tahun 2030. Wilayah ini nantinya akan terpisah dari kabupaten induk, Kabupaten Pegunungan Arfak, dengan mencakup beberapa wilayah seperti Distrik Testega, Distrik Didohu, Distrik Catubouw, Distrik Beimes, serta beberapa distrik pemekaran lainnya.

Usai menerima rekomendasi kultural dari Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB), Ketua Tim Pemekaran DOB Kabupaten Pegunungan Meyah, Matias Dowansiba, mengungkapkan bahwa sejumlah langkah persiapan lanjutan telah berjalan. Salah satu langkah konkret yang sudah dilakukan adalah penyiapan sekaligus penyerahan lahan yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pegunungan Meyah.

Selain kesiapan lahan, syarat administratif lainnya juga terus dipenuhi. Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak telah mengirimkan surat resmi kepada Universitas Papua (Unipa) selaku perguruan tinggi yang ditunjuk untuk melakukan kajian akademis. Kajian ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam proses pembentukan daerah otonomi baru.

Saat ini, tim pemekaran bersama seluruh elemen masyarakat di calon Kabupaten Pegunungan Meyah berkomitmen untuk mengawal itikad baik dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak Dominggus Saiba. Kedua kepala daerah tersebut akan bersama-sama berjuang di Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI demi mewujudkan aspirasi ini.

“Kami berharap agar sebelum masa jabatan Gubernur Dominggus Mandacan berakhir pada tahun 2030 mendatang, Kabupaten Pegunungan Meyah sudah sah menjadi kabupaten definitif,” ujar Matias 

Di sisi lain, Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak mengaku sangat terharu dengan pergerakan ini. Ia menilai, meskipun 99 persen masyarakat di calon Kabupaten Pegunungan Meyah adalah Orang Asli Papua (OAP), mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dengan mendatangi MRPB untuk meminta restu serta rekomendasi kultural.

Ketua MRP Papua Barat, Judson Ferdinandus Waprak saat memberikan keterangan kepada awak media.

Merespon niat baik dari masyarakat Suku Meyah Arfak, Ketua MRPB yang didampingi oleh Ketua Pokja Adat, Ketua Pokja Agama, Ketua Pokja Perempuan, serta anggota MRPB perwakilan Suku Arfak, langsung menandatangani dan menyerahkan surat rekomendasi kultural tersebut kepada perwakilan masyarakat Pegunungan Meyah. (Lucas Joosztens)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kapolda Papua Barat Tekankan Pencegahan Kecelakaan dan Disiplin Personel di Jalan Raya

22 September 2026 - 18:03 WIT

Ratusan Warga Suku Meyah Datangi MRPB, Minta Rekomendasi Adat Pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah

22 September 2026 - 17:59 WIT

FUN RUN 5K HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

19 September 2026 - 11:34 WIT

Yosias Saroy Ajak Semua Pihak Bersatu, Struktur KONI Papua Barat Segera Dilengkapi

18 September 2026 - 18:54 WIT

Musorprovlub KONI Papua Barat Dinyatakan Sah, Tahapan Pemilihan Telah Sesuai AD/ART

18 September 2026 - 18:00 WIT

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Kabid Dokkes dan Penyerahan Jabatan Kabid Propam

10 September 2026 - 20:55 WIT

Trending di PAPUA BARAT