MANOKWARI, acemo.co.id — Pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat yang sempat tertunda akhirnya digelar, Rabu (28/10/2026) juga bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan yang mengambil start di kompleks RSAL dibuka secara langsung oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan diikuti masyarakat dari berbagai suku, agama, komunitas adat, pemuda, perempuan, serta kerukunan keluarga Nusantara yang berada di Papua Barat.

Dalam sambutannya, Dominggus Mandacan mengatakan pawai budaya menjadi momentum untuk memperkuat toleransi, kerukunan, kebersamaan, serta persatuan dan kesatuan masyarakat di Papua Barat. Ia menegaskan, keberagaman suku, agama, ras, adat dan budaya merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Papua Barat.
“Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, berjajar pulau-pulau yang menjadi satu. Itulah Indonesia, tanah Papua, Papua Barat dan Manokwari yang merupakan rumah kita bersama,” kata Dominggus.
Menurutnya, pawai budaya tidak sekadar menjadi ajang menampilkan keragaman budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal dan menghargai adat serta budaya masing-masing.

Ia menyebut, berbagai kelompok masyarakat dari tujuh wilayah adat di Papua Barat maupun masyarakat Nusantara turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kita melaksanakan pawai budaya, adat dan budaya kita masing-masing. Yang ada di tujuh wilayah adat akan tampil, tetapi juga suku-suku Nusantara akan tampil di sini,” ujarnya.
Dominggus berharap kegiatan tersebut dapat menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Papua Barat merupakan daerah yang menjunjung tinggi kehidupan yang rukun, damai dan harmonis di tengah keberagaman.

“Pawai budaya ini mempersatukan dan menyatukan kita semua, sehingga tidak ada perbedaan antara suku yang satu dengan suku yang lain. Kita semua adalah anak-anak Tuhan, kita adalah Indonesia, kita adalah tanah Papua dan Papua Barat,” katanya.
Ia menambahkan, pawai budaya juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk saling bertukar pengetahuan mengenai adat dan budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Papua Barat kepada generasi muda.
Pawai budaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Provinsi Papua Barat yang jatuh pada 12 Oktober 2026.

Dominggus menjelaskan, pelaksanaan pawai budaya sebelumnya direncanakan berlangsung pada awal Oktober. Namun, kegiatan tersebut harus ditunda karena kondisi cuaca dan asap yang sempat melanda wilayah Papua Barat.
“Kondisi cuaca, terutama asap, membuat kita tidak bisa melaksanakan kegiatan tersebut. Bahkan pegawai juga sempat bekerja dari rumah. Hari ini kita bersyukur kegiatan ini bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Budpar Prov Papua Barat, Jafar Werfete.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete.
” Awalnya kita mau laksanakan tanggal 8 untuk menyongsong HUT Provinsj, tapi karena kondisi cuaca kurang baik dan sesuai arahan pimpinan untuk ditunda sehingga baru hari ini kita laksanakan bersamaan dengan Sumpah Pemuda,” jelasnya.
Jafar juga melaporkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti pawai budaya terdiri dari 50 peserta dari suku-suku yang mendiami wilayah papua, 61 peserta dari paguyuban nusantara dan 11 peserta dari sanggar dan OPD dilingkup Pemprov Papua Barat.

Melalui pawai budaya, Pemerintah Provinsi Papua Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, toleransi dan kerukunan sebagai modal penting dalam membangun daerah.
Kegiatan itu sekaligus menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya yang hidup di Papua Barat dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kehidupan masyarakat yang damai. (Mega)






















