Manokwari Selatan – Upacara penutupan latihan “Yuddahawasru pramukha” dan acara “tradisi pembaretan” siswa dikjurta Abit dikmata PK TNI AD Gel 1 TA 2020, dilaksanakan oleh Rindam XIII Kasuari bertempat di Pantai Raipawi Ransiki,Rabu (20/1/2021). Turut hadir Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, Dandim 1808 Mansel, Kapolres Mansel serta forkopimda Kabupaten Mansel.
Penutupan tersebut, ditandai dengan pemasangan baret secara simbolis kepada Prajurit oleh Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran.
Komandan Pussenif Kodiklatad dalam sambutan tertulis yang dibacakan Danrindam XVIII Kasuari, Kolonel Infanteri Choirul Anam mengatakan Latihan Yuddahawastu pramukha dan tradisi pembaretan merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang prajurit infanteri.
“ Kegiatan ini bertujuan untuk jiwa korsa dan semangat kebersamaan antara sesama warga korps infanteri serta merupakan salah satu upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki, untuk menjadi prajurit infanteri yang handal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan” terangnya.
Meski ditengah pandemi covid 19 yang menjadi permasalahan global saat ini dan adanya kebijakan ketentuan melaksanakan sistem kerja dalam tatanan normal baru di lingkungan TNI AD diharapkan tidak mengurangi esensi latihan dan nilai-nilai tradisi yang terkandung di dalamnya.
“ Dengan telah disahkan penggunaan baret dan brevet infanteri, menuntut para prajurit sekalian untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan fisik dengan didukung semangat juang, jiwa korsa serta kebangsaan yang tinggi terhadap kecabangan infanteri sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara tercinta” tutupnya.
Diketahui, prajurit Infanteri yang lulus dan mendapatkan baret dan korsf infanteri sebanyak 169 orang, dan 53 diantaranya akan mengikuti pendidikan kecabangan untuk menjadi prajurit Kostrad. (AM)






















