Menu

Mode Gelap
Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian

MANOKWARI · 9 Mei 2022 20:14 WIT

Dibangun Berdampingan,Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu Jadi Contoh Pemersatu Budaya


 Dibangun Berdampingan,Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu Jadi Contoh Pemersatu Budaya Perbesar

MANOKWARI – Sebagai Kepala Suku Besar Arfak dan Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi Ikatan Keluarga Toraja dengan membangun kebudayaan di tanah Papua, dimana rumah adat Toraja yaitu Tongkonan dan Rumah kaki Seribu yang merupakan rumah asli suku Arfak didirikan bersama-sama dengan megah sebagai bentuk penghormatan dan kesatuan antar sesama suku yang berdiam di tanah Papua.

“Papua Barat dan Manokwari merupakan rumah bersama semua suku yang ada di Nusantara”, ujarnya saat memberikan sambutan di Peresmian Tongkonan, Senin (9/5/2022).

Sebagai masyarakat yang sama-sama ada di Tanah Papua, Gubernur Dominggus Mandacan juga berpesan agar setiap suku dapat menjaga toleransi terhadap sesama Suku yang ada bersama-sama di tanah Papua.

“Kita harus jaga toleransi kerukunan, kebersamaan, persatuan, kesatuan antara semua suku, agama, ras, suku, budaya menjadi satu kesatuan untuk membangun Tanah Papua”, ucapnya.

Sementara, Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa yang turut hadir langsung memberikan pesan kepada masyarakat Toraja yang ada di Manokwari untuk dapat menjaga dan merawat Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu ini yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Toraja.

“Kita melaksanakan 2 kegiatan yaitu pelantikan Pengurus IKT Kabupaten Manokwari dan peresmian juga penandatanganan prasasti untuk Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu , dimana dengan adanya tempat ini dapat dijaga bersama-sama, terutama masyarakat Toraja di Manokwari untuk dapat merawatnya”, pesannya.

Di bangunnya Tongkonan ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi masyarakat Toraja sebagi tempat berdiskudi, berkumpul, baik dalam acara suka maupun duka. 

“Tempat ini akan menjadi tempat bersama, rumah berdiskusi, rumah beracara sehingga di samping masyarakat Toraja tapi juga dapat merangkul masyarakat lain. Sehingga kebersamaan akan tercipta bagi semua suku masyarakat”, pungkasnya. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 408 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Diharapkan Durian Manokwari Beri Warna Tersendiri Bagi Peserta Pesparawi ke XIV

13 Juni 2026 - 15:22 WIT

Durian Mulai Banjiri Kota Manokwari Jelang Perhelatan Pesparawi ke XIV

13 Juni 2026 - 15:10 WIT

Kisah Dua Sosok Guru Lintas Iman, Lintas Suku : Merawat Persatuan di SMTKN Pelita Sambab

2 Mei 2026 - 14:07 WIT

Lepas Pawai Hardiknas, Gubernur Dominggus Ajak Insan Pendidikan Tingkatkan Kreativitas

29 April 2026 - 19:04 WIT

Terpesona Keindahan Pulau Mansinam, Kapal Pesiar MH Minerva Kembali Berkunjung

24 April 2026 - 20:11 WIT

Kapal Pesiar MH Minerva-Swan Hellenic Kunjungi Pulau Mansinam

20 April 2026 - 13:45 WIT

Trending di MANOKWARI