MANOKWARI SELATAN – Setelah dihantam gelompang pasang air laut yang semakin merusak badan jalan trans Manokwari-Mansel tepatnya di Pantai Wedoni, Distrik Oransbari, Rabu kemarin., sementara ini sangat membutuhkan ketersediaan alat berat. Pasalnya, puing batu yang memenuhi badan jalan akibat dibawa gelombang air laut, menyulitkan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor yang melintas. Dengan adanya alat berat sejenis excavator atau loader yang membantu membersihkan puing, diyakini akan memperlancar arus kendaraan di titik tersebut.
Dari pantauan media, tak jarang sejumlah mobil yang terjebak di tengah-tengah puing bebatuan, dan kesulitan untuk lolos. Bukan tidak mungkin pula, puing tersebut bisa menyebabkan kecelakaan khususnya roda dua, terpeleset akibat licinnya bebatuan. Kemacetan pun tak terhindarkan di titik tersebut, sehingga membuat mobilitas kendaraan dari Manokwari menuju Mansel, Teluk Bintuni, dan Pegunungan Arfak menjadi tersendat, begitupun sebaliknya.
Hasan, salah satu pengendara yang diwawancarai awak media di lokasi, Kamis (9/12/2021) mengungkapkan, salah satu solusi jangka pendek yang bisa dilakukan yaitu menyediakan alat berat. “Mungkin kalau pemerintah bisa tempatkan satu buah excavator untuk membersihkan batu-batu, saya kira akan sangat membantu,” ucapnya.
Pengendara mobil single cabin ini mengaku, yang menjadi kendala di titik tersebut yaitu kerikil pantai, yang teksturnya sangat licin apabila dilalui ban mobil maupun sepeda motor. “Batu yang dibawa air laut ini licin sekali, mobil ukuran kecil sangat kesulitan kalau mau lewat,” keluhnya.
Hal Senada dikatakan Indra, salah satu pengendara truk yang kerap melintasi ruas jalan tersebut. Menurut dia, mobil berukuran besar pun terkadang harus bersusah payah melalui titik tersebut.
“Kami juga kesulitan kalau mobil dalam kondisi kosong muatan. Terkadang kami harus isi batu di dalam bak mobil, supaya mobil jadi berat dan bisa lolos dari kerikil-kerikil licin ini,” tandasnya. (ACM)






















