MANOKWARI – Puluhan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Front Rakyat Papua (FRP) melakukan aksi longmarch dan demo damai memperingati 61 tahun hari Aneksasi/Integrasi Papua yang jatuh tanggal 1 Mei 1963 – 1 Mei 2024.
Massa pendemo tergabung dari KNPB, FNMPP, Sonamappa, FIM-Wp, GPRP dan unsur Mahasiswa. Aksi massa yang membawa atribut demonstrasi dengan seruan “Papua Darurat Militer, Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri” ini terpaksa dihentikan oleh aparat di Jalan Gunung Salju, tepatnya pada pertigaan Fanindi.

Guna menghindari hal yang tidak diinginkan aparat memasang blokade dan melarang massa melakukan longmarch. Akhirnya orasi dan berbagai tuntutan terhadap Pemerintah diserukan di jalan tersebut.
Sementara itu, Anggota DPR Papua Barat Fraksi Otsus Modazir Bogra didampingi Kapolresta Manokwari Kombes Pol Rivadin Benny Simangunsong menemui massa dan mendengarkan tuntutan mereka. Modazir Bogra juga mengapresiasi karena massa tetap menjaga aksi dengan damai dan aman.

“Aspirasi terkait cacatan kritis terkait ekonomi akan menjadi vitamin bagi kami untuk mengontrol rumusan-rumusan pembangunan di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat dengan wewenang yang kami punya”, ucapnya setelah menerima aspirasi dari massa pendemo.
Dirinya berjanji akan melanjutkan aspirasi yang sudah disampaikan langsung kepada pimpinan DPR Papua Barat.

“Terimakasih atas penyampaian aspirasi ini, apa yang sudah saya terima akan disampaikan ke pimpinan DPR untuk dikaji dan mengambil bagian menurut wewenang yang diatur dalam DPR”, kata Bogra.
Kabag Ops. Polresta Manokwari Kompol. Wisnu Prasetyo menyampaikan bahwa anggota yang diturunkan untuk mengamankan massa pendemo ada sebanyak 175 personil. Dikatakannya juga aksi ini sudah disampaikan sebelumnya oleh koordinator lapangan aksi.
“ Jumlah anggota dalam pengamanan hari ini ada sebanyak 175 personil di backup juga dari koramil. Untuk aksi sudah terlebih dahulu disampaikan kepihak kepolisian namun kita himbau tidak lakukan longmarch,” ucapnya.

” Memang tadi dari jam 8, massa sudah kumpul dan sempat jalan dari amban dan mau longmarch ke Kantor DPR Provinsi, tetapi kami cegah untuk antisipasi hal yang tidak diingikan,” sambungnya.
Selanjutnya Pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan DPR Papua Barat untuk datang dan menerima aspirasi dari massa pendemo. Hingga akhirnya demonstrasi selesai sekitar pukul 13.30 wit, dengan berjalan aman. (ACM_2)






















