Menu

Mode Gelap
37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari

PAPUA BARAT · 11 Jun 2023 12:54 WIT

Angkat 18 Anak Asuh di Kaimana, Pj. Gubernur : Lebih Baik Memberi Daripada Menerima


 Angkat 18 Anak Asuh di Kaimana, Pj. Gubernur : Lebih Baik Memberi Daripada Menerima Perbesar

KAIMANA – Kebijakan program mama dan bapak angkat yang digagas Penjabat Gubernur Waterpauw dinilai efektif mempercepat penurunan Stunting. Hal itu mengutamakan rasa berbagi berkat kepada sesama sesuai ajaran Agama.

Minggu (11/6/2023), Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw kembali mengangkat anak asuh sebanyak 18 orang dari 35 anak terindikasi Stunting di Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana. Siasat ini kata Gubernur lebih efisien, namun harus sungguh-sungguh dari hati. 

tercatat hingga saat ini Penjabat Gubernur telah memiliki sekira 60 anak asuh yang tersebar di seluruh Kabupaten, sebelumnya berjumlah 42 anak. Perbulannya diberikan bantuan 500 ribu selama 3 bulan pertama, apabila dievaluasi masih memerlukan penanganan dilanjutkan tahap kedua.

“Program bapak dan mama angkat dan sifatnya sendiri. Ini tidak ada anggaran tapi dari pribadi masing-masing anak diberikan uang bantuan 500 ribu melalui pendamping posyandu untuk diperhatikan gizi anak,” Jelasnya.

“Ingat firman itu berbahagialah mereka yang suka memberi daripada menerima. Jangan pelit, jangan pura-pura mati, ada berkat lihat saudara yang ada,” Sambungnya.

Dirinya menceritakan dari 5 anak yang diangkat saat kunjungan kerja di Teluk Bintuni dan diperhatikan gizi, selama sebulan 4 anak diantaranya telah dinyatakan bebas Stunting.

“Kita deklarasi di Bintuni, saya angkat 5 anak dan 1 bulan 4 dinyatakan negatif. 1 orang belum, dia masuk kategori wasting,” Urainya.

Diingatkan pula adanya progam ini tidak membuat para orang tua menjadi malas, tetapi lebih bekerja keras memperhatikan pemenuhan gizi anak dibandingkan lainnya.

“Orang tua jangan malas harus bangkit punya kewajiban berikan gizi dalam keterbatasan mereka. Jangan malu dan gengsi dihari ini, kerja saja pentingkan bayi dan anak-anak itu,” Harap Pj. Gubernur Waterpauw.

Sesuai data yang dihimpun, total 35 anak terindikasi Stunting di Distrik Kaimana telah sepenuhnya diangkat oleh Penjabat Gubernur 18 anak dan sisanya pimpinan OPD Papua Barat. Diantaranya Penjabat Sekda Papua Barat 2 anak, Kadis Sosial 2 anak, Kadis Ketahanan Pangan 2 anak, Kadis PUPR 2 anak dan Kadis Kelautan Perikanan 3 anak. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Menteri Agama Direncanakan Tutup Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

27 Juni 2026 - 11:38 WIT

Papua Tengah Andalkan PSW Target Champion di Pesparawi Nasional XIV

26 Juni 2026 - 15:02 WIT

Gubernur Mandacan Pastikan Pemda Akan Penuhi Kebutuhan Dasar Ex Anggota OPM Yang Kembali ke NKRI

26 Juni 2026 - 14:46 WIT

24 Provinsi Bersaing Pada Kategori Paduan Suara Wanita Pesparawi Nasional XIV

26 Juni 2026 - 11:07 WIT

Pangkogabwilhan III Sebut Pembangunan di Papua Tidak Bisa Gunakan Kekerasan Bersenjata

25 Juni 2026 - 21:36 WIT

37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI

25 Juni 2026 - 21:33 WIT

Trending di PAPUA BARAT