Menu ✖

Mode Gelap
Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Kematian Yanto Idorway Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian

MANOKWARI · 28 Apr 2023 20:59 WIT

Bupati Manokwari Apresiasi Penari Tamborin Dan Paduan Suara Yang Menunjukan Toleransi Beragama


 Bupati Manokwari Apresiasi Penari Tamborin Dan Paduan Suara Yang Menunjukan Toleransi Beragama Perbesar

MANOKWARI – Toleransi beragama terlihat dari perayaan Paskah yang diselenggarakan Pemda Manokwari, TNI-Polri bersama masyarakat, dimana hal yang mencuri perhatian Bupati manokwari Hermus Indou menyaksikan penari tamborin dan paduan suara gabungan dari denominasi agama.

Penari Tamborin dan paduan suara yang bernaung di bawah BKAG Warpramasi menarik perhatian Bupati Manokwari saat ibadah Paskah, dimana beberpa penari dan paduan suara merupakan umat beragama Islam.

Dirinya mengapresiasi toleransi dan keberagaman yang terjalin baik di masyarakat, sehingga tak hanya umat Kristen, umat beragama Islam pun ikut serta dalam iringan pujian rohani yang disenandungkan saat berjalannya ibadah.

“Saya mengapresiasi penari tamborin dan paduan suara tidak hanya Kristen, namun yang Muslim juga ikut berpartisipas. Hal seperti ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi”, Ujarnya.

Sementara itu, Dijelaskan oleh Wulan Lumeling yang merupakan pembina penari tamborin dan paduan suara yang tergabung dari anak-anak yang berada di Distrik Sidey, dibawah naungan BKAG. Dirinya menuturkan bahwa dari 100 orang yang tergabung dengan penari tamborin dan paduan suara ada 6 anak yang beragama Islam dan ikut dalam perayaan Paskah.

“Kami ada sebanyak 100 orang yang 6 diantaranya beragama muslim. Mereka sudah ikut sejak perayaan Natal lalu, dimana mereka meminta bergabung karena ketertarikan sendiri”, ucapnya.

Dirinya menyampaikan, penari tamborin dan paduan suara berusia dari 6 tahun hingga 15 tahun. Harapannya kedepan agar toleransi seperti ini dapat terus dijalin tak hanya dalam kegiatan agama Kristen namun di semua denominasi yang ada di Kabupaten Manokwari. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 316 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Wabup Mugiyono Tegaskan Sasaran Pendidikan Gratis Manokwari dan Papua Barat Berbeda

12 Oktober 2026 - 14:20 WIT

HUT ke-27 Papua Barat, Wabup Mugiyono Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan

12 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Resmikan Gedung SDITQ Ummul Quro, Wabup Mugiyono Tekankan Kolaborasi Majukan Pendidikan

10 Oktober 2026 - 16:06 WIT

Wabup Mugiyono Ingatkan Disiplin ASN Agar Tak Abaikan Tugas dan Tanggung Jawab. 

6 Oktober 2026 - 16:15 WIT

361 Pejabat Baru Pemkab Manokwari Dilantik, Hermus: Jabatan Adalah Amanah dan Tanggung Jawab

5 Oktober 2026 - 22:46 WIT

Bupati Hermus Indou Tegaskan Tak Ada Pungli di Sekolah: Ijazah Merupakan Hak Pribadi Siswa

3 Oktober 2026 - 14:31 WIT

Trending di MANOKWARI