Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

EKONOMI & BISNIS · 19 Okt 2023 14:13 WIT

Dukung GNPIP, KPw BI Papua Barat Tanam Perdana Padi Organik Di Manokwari


 Dukung GNPIP, KPw BI Papua Barat Tanam Perdana Padi Organik Di Manokwari Perbesar

MANOKWARI – Guna memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat serta mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Bank Indonesia Provinsi Papua Barat bersama Pemkab Manokwari melaksanakan Penanaman Perdana Padi bersama gabungan Kelompok Tani Setia Jalur I SP IV Udapi Hilir, Kamis (19/10/2023).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, Rommy Tamawiwy dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Provinsi Papua Barat Tahun 2023,sebagai upaya bersama dari berbagai pihak untuk mengendalikan inflasi pangan, khususnya komoditas beras.

Inflasi pangan khususnya komoditas beras merupakan permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia dan khususnya Provinsi Papua Barat. 

” Hal ini disebabkan oleh penurunan ketersediaan pasokan karena berbagai faktor, antara lain perubahan iklim yang menyebabkan gagal panen, Kenaikan harga pupuk dan pestisida, Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi,” tuturnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk mengendalikan inflasi pangan, salah satunya melalui peningkatan produksi padi.

Kegiatan seremoni tanam perdana padi ini merupakan tanda dimulainya demplot seluas ¼ hektar penanaman padi menggunakan pupuk organik berbasis MA-11 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Manokwari sekaligus peluang untuk kita dalam memproduksi beras secara mandiri yang mana sebelumnya pemenuhan permintaan beras disuplai dari luar daerah Provinsi Papua Barat. 

” Sebelum melakukan demplot ini, kami telah memberikan pembekalan mengenai tata cara budidaya pertanian organik kepada kelompok tani yang dibalut dalam acara Pelatihan Usaha Tani Berkualitas (PETATAS) beberapa waktu lalu,” imbuh Rommy.

Lanjut kata Rommy, Sebelum melakukan demplot tersebut, KPwBI Provinsi Papua Barat bersama dengan OPD terkait telah memberikan pembekalan mengenai tata cara budidaya pertanian organik berbasis MA-11 kepada kelompok tani yang dibalut dalam acara Pelatihan Usaha Tani Berkualitas (PETATAS) beberapa waktu lalu. 

Hal ini merupakan solusi alternatif dari langkanya pupuk subsidi karena bahan baku pupuk organik sangat mudah ditemukan di sekitar kita sehingga petani tidak perlu lagi bergantung kepada pupuk subsidi. Penggunaan pupuk organik berbasis MA-11 juga dipercaya mampu meningkatkan produktivitas hasil panen dan telah dibuktikan di berbagai daerah di Indonesia dan terbukti efektif.

” Saya berharap, melalui kegiatan seremoni tanam perdana padi ini, lahan ini bisa menjadi percontohan bagi kelompok padi di Kabupaten Manokwari sehingga terjadi peningkatan produksi beras secara signifikan,” ujarnya.

” Dengan demikian, kita dapat mewujudkan ketahanan pangan di daerah ini dan menjaga ketersediaan pasokan pangan, khususnya komoditas beras,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Manokwari dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kukuh Saptoyudo mengapresiasi solusi inovatif yang diterapkan oleh BI Papua Barat, dengan penerapan penggunaaan pupuk organik. Dengan penggunaan pupuk organik, petani diharapkan dapat memproduksi sendiri dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian maupun peternakan sekitar. Hal ini mampu menekan biaya produksi pertanian dan dipercaya juga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen.

Kegiatan demplot padi seluas ¼ hektar dengan menggunakan pupuk organik yang telah dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat ini merupakan sebuah langkah yang sangat tepat dan strategis dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). 

” Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPwBI Provinsi Papua Barat atas komitmennya dalam memberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai praktek terbaik yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas usaha pertanian di wilayah kita,” ucapnya.

Bupati mengatakan Pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membantu para pelaku usaha pertanian dalam mengembangkan keterampilan dan pemahaman yang lebih baik terkait teknik bercocok tanam yang efisien, pengelolaan usaha yang baik, dan penerapan inovasi di bidang pertanian. 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan perlengkapan petani dan dilanjutkan dengan penanaman padi secara simbolis oleh Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Forkopimda Manokwari dan perwakilan kelompok tani.(ACM)

 

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

SwissBel Hotel Manokwari Launching Promosi “Ramadhan Delight” Dengan Harga 150 Ribu

27 Februari 2025 - 20:43 WIT

Panen Perdana Kangkung, Tangguh Dorong Keberlanjutan Kebun Hidroponik

25 Oktober 2024 - 20:25 WIT

Swiss-Belhotel Manokwari Launching “Pojok Jajanan” Mulai Harga Rp 14.000 Berlaku Sepekan

23 September 2024 - 17:30 WIT

Update Harga BBM Terbaru Agustus 2024, Pertamina Tetap Paling Murah

9 Agustus 2024 - 15:48 WIT

Bantu Kebutuhan Pangan Masyarakat, Pemda Manokwari Gelar Pasar Murah

13 Juni 2024 - 10:58 WIT

Dekranasda Manokwari Dan Papua Youth Creative Hub Kolaborasi Buka Pasar Ramadhan

19 Maret 2024 - 19:37 WIT

Trending di EKONOMI & BISNIS