SORONG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Luksen Jems Mayor, secara resmi membuka kegiatan aksi donor darah dan gerakan ekoteologi berupa penanaman pohon matoa dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2569 Tahun Buddhis / 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Waisak yang melibatkan berbagai organisasi Buddha di Provinsi Papua Barat Daya. Acara berlangsung di Vihara Buddha Jayanti, Jl. Vihara RT 06, Kelurahan Klakublik, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Luksen Jems Mayor menyampaikan apresiasi atas inisiatif Panitia Waisak Bersama yang tidak hanya menggelar kegiatan keagamaan, tetapi juga menyatukan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari nilai-nilai luhur agama Buddha, yang tidak hanya mengajarkan cinta kasih dan welas asih kepada sesama, tetapi juga mengajak kita untuk menjaga dan merawat alam sebagai ciptaan Tuhan,” ujar Luksen.
Ditambahkan Luksen Jems Mayor bahwa kegiatan donor darah yang dilaksanakan dengan Mengusung Tema “ Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia” ini merupakan aksi kemanusiaan yang sangat mulia, karena setetes darah yang diberikan bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Sedangkan penanaman pohon matoa, sebagai tanaman endemik Papua, adalah wujud konkret dari komitmen umat beragama terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup di Bumi Kasuari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Bhikkhu Sangha, pimpinan organisasi Buddha, para tokoh agama, relawan donor darah, serta masyarakat sekitar yang antusias berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Waisak tahun 2025, Herry Karnadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak perayaan Hari Raya Waisak 2569 TB / 2025 yang akan digelar dalam waktu dekat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan lintas agama dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Papua Barat Daya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bhiksuni Duta Satya / Chuan Cong, Mitra kerja Kemenag baik dari TNI, Polri, dan dan steakholder lainnya yang turut memberikan dukungan dan kegiatan ini ditutup dengan simbolis penanaman pohon matoa di halaman Vihara Buddha Jayanti, sebagai tanda komitmen untuk terus menjaga harmoni antara manusia dan alam. (rls)






















