MANOKWARI, acemo.co.id — Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare meminta jajaran kepolisian lalu lintas tidak hanya berfokus pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga menjadikan keselamatan masyarakat sebagai ukuran utama keberhasilan pelayanan di jalan raya.
Pesan tersebut disampaikan Alfred dalam sambutannya pada peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Mapolda Papua Barat, Selasa (22/9/2026).
Menurut Alfred, lalu lintas memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Aktivitas warga, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang hingga menjalankan kegiatan ekonomi, sangat bergantung pada keamanan dan kelancaran mobilitas.
Karena itu, ia menilai tugas polisi lalu lintas tidak berhenti pada pengaturan kendaraan maupun penanganan pelanggaran. Jajaran Polantas juga dituntut mampu mencegah kecelakaan sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan kembali ke rumah dalam kondisi selamat.
“Setiap kecelakaan bukan sekadar angka dalam laporan. Di balik setiap korban ada keluarga yang menunggu, ada harapan dan masa depan yang harus kita lindungi,” tegas Alfred.
Ia mengakui tantangan lalu lintas di Papua Barat cukup beragam. Kondisi infrastruktur jalan, aktivitas kendaraan angkutan serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang cepat dan mudah menjadi sejumlah persoalan yang harus direspons secara serius.
Untuk itu, Alfred mendorong jajaran lalu lintas memperkuat strategi pencegahan, terutama dengan memetakan lokasi rawan kecelakaan, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, memperketat pengawasan serta membangun koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
“Jangan sampai kita hanya sibuk menangani kecelakaan setelah terjadi, tetapi kurang memberikan perhatian pada upaya mencegah kejadian yang sama terulang kembali,” ujarnya.
Selain keselamatan pengguna jalan, Alfred turut menyoroti disiplin internal anggota Polri. Ia menegaskan bahwa personel kepolisian harus menjadi contoh sebelum mengajak masyarakat menaati aturan lalu lintas.
Ia meminta pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara transparan, humanis dan mudah diakses. Sementara proses penegakan hukum harus berjalan profesional serta tidak disertai praktik transaksional.
Sebagai bentuk pengawasan internal, Alfred meminta Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat berkoordinasi dengan Bidpropam untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang digunakan anggota Polri.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan personel kepolisian juga mematuhi aturan lalu lintas yang mereka tegakkan kepada masyarakat.
“Kita mengharapkan masyarakat tertib berlalu lintas. Maka kita sendiri harus terlebih dahulu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tandasnya.(Mega)






















