Manokwari Selatan – Menyikapi kericuhan yang terjadi akibat dugaan Kepala Kampung Dibera Distrik Isim meninggal karena vaksin, yang kemudian memicu amuk massa disertai pengerusakan fasilitas Kantor Bupati Mansel, Puskesmas Ransiki dan beberapa fasilitas lainnya.
Bupati Manokwari Selatan Markus Waran kepada awak media mengatakan terkait pengerusakan yang terjadi, pihaknya menyerahkan kepada Kepolisian untuk di proses hukum.
“ Kalau sudah seperti begini pasti ada pihak ketiga yang masuk sehingga mereka bisa merusak kantor ini, kalau dari pihak keluarga tidak karena mereka sampaikan baik. Kalau meninggal ditempat vaksin boleh, tapi ini kan tidak dan sudah pulang ke rumah terus sempat di rawat di puskesmas lalu meninggal. Jadi kita akan pastikan dulu penyebabnya, belum tentu karena vaksin” terang Waran.

Markus Waran, Bupati Manokwari Selatan
Lanjutnya,untuk mengetahui penyebab pasti kematian Kepala Kampung Dibera, pihaknya akan memfasilitasi untuk otopsi dan melihat kembali data vaksinasi yang ada.
“ Kalau ada dokter bedah, kita akan lakukan otopsi untuk pastikan penyebabnya vaksin atau bukan. Terus kota cek juga data vaksin 2 hari lalu, apakah yang bersangkutan memang vaksin dan pemeriksaan kesehatannya bagaimana, kita akan cek semua “ imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Wempi Rengkung yang dikonfirmasi mengatakan Pemda Mansel telah menjawab tuntutan keluarga dengan memberikan santunan sebesar Rp.300 juta kepada keluarga almarhum Kepala Kampung Dibera Distrik Isim dan warga di distrik Neney.

Wempi Rengkung, Wakil Bupati
“ Kita sudah bertemu dgn keluarga almarhum dan Bapak Bupati menyetujui untuk membantu memberikan santunan kepada keluarga agar bisa memakamkan almarhum dan membayar biaya pemakaman” tukasnya.
Keduanya berharap masyarakat dapat memahami pelaksanaan vaksinasi adalah perintah dari Presiden dan secara berjenjang dilaksanakan hingga ke daerah agar dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan menjaga kesehatan warganya. Untuk itu, pelaksanaan vaksinasi akan terus disosialisasikan dan dilaksanakan agar cakupan vaksinasi Kabupaten Mansel bisa mendekati target 70 persen. (ACM)






















