MANOKWARI – BLUD RSUD Manokwari terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menambah dokter spesialis. Meski demikian alat kesehatan untuk menunjang beberapa poli spesialis seperti THT, mata, bedah, jantung, dan lainnya masih sangat minim.
Hal itu diketahui usai Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo bersama anggota DPRD serta forkopimda melakukan peninjauan setelah meresmikan gedung UTD dan Instalasi Bedah Sentral BLUD RSUD Manokwari.
Kepada wartawan, Wakil Bupati Edi Budoyo mengatakan saat ini beberapa dokter spesialis di RSUD sudah terisi namun yang menjadi kendala adalah kekurangan alat kesehatan. Untuk itu Pemkab Manokwari akan berupaya menganggarkan agar bisa melakukan pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan.
” Kita tahu beberapa dokter yang disekolahkan Pemda sudah kembali dan siap melayani, jadi tidak perlu berobat jauh keluar Manokwari, hanya saja memang hampir di semua poli tadi kekurangan alat. Ini menjadi perhatian Pemda dan DPRD agar bisa segera direalisasi anggaran untuk pengadaan alat” kata Wabup.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Manokwari Orpa Tandiseno mendorong agar Pemda bisa mengusulkan melalui dana DAK, untuk melakukan pengadaan alat kesehatan mengingat APBD yang terbatas.
” Tadi setelah kita tinjau bersama Bapak Wakil Bupati, sangat disayangkan kalau tenaga ahlinya sudah ada tetapi alatnya tidak ada. Jadi seharusnya Pemda bisa bersinergi untuk mengangarkan dana karena APBD kita tidak terbatas” ujar Orpa.
Direktur BLUD RSUD Manokwari dr. Alwan Rimosan mengatakan RSUD masuk dalam tipe C dengan status BLUD penuh, namun masih kekurangan alat kesehatan. Ia pun mencontohkan jika dokter spesialis mata terpaksa menggunakan alat pribadi untuk pelayanan dan kini pihaknya tengah berupaya mendatangkan alat mata laser dari Kota Makasar.
” Untuk mata, kita sudah bisa lakukan operasi manual tapi kita sedang upayakan alat laser dari Makasar kemungkinan minggu depan sudab tiba” jelasnya.
Diketahui saat ini dokter spesialis yang ada di BLUD RSUD Manokwari diantaranya spesialis kandungan, anak, mata, bedah, penyakit dalam, gigi, tht, dan jantung sedangkan dokter spesialis radiologi dan patologi anatomi baru akan menyelesaikan sekolahnya di tahun depan. (ACM)






















