Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 22 Sep 2026 17:59 WIT

Ratusan Warga Suku Meyah Datangi MRPB, Minta Rekomendasi Adat Pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah


 Ratusan Warga Suku Meyah Datangi MRPB, Minta Rekomendasi Adat Pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah Perbesar

MANOKWARI, acemo.co.id — Ratusan masyarakat asli Papua dari Suku Meyah Arfak menggelar aksi damai mendatangi Kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB) di Sowi Gunung, Manokwari, Selasa (22/9/2026). Mereka datang untuk meminta persetujuan kultural dan rekomendasi resmi terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meyah.

Sambil membawa spanduk berukuran besar, massa menyampaikan beberapa poin tuntutan. Mereka meminta Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mempercepat proses pemekaran. 

Selain itu, warga mendesak Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Amanat Presiden (Ampres), serta meminta Komisi II DPR RI dan DPD RI mendukung percepatan pembentukan kabupaten tersebut. Warga juga berharap MRPB segera menerbitkan rekomendasi resmi sebagai bentuk persetujuan kultural.

Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Pegunungan Meyah, Matias Dowansiba, yang memimpin perwakilan warga, membacakan tiga poin utama aspirasi mereka :

Pertama, meminta keberpihakan pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri Dalam Negeri, terhadap hak Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Meyah Arfak agar bisa mandiri terpisah dari kabupaten induk, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kedua, memohon dukungan kultural dari MRPB untuk menguatkan langkah Gubernur Papua Barat dalam memperjuangkan wilayah tersebut menjadi daerah otonomi baru.

Ketiga, mendesak DPR RI dan DPD RI, terutama melalui Komisi II, agar segera menetapkan dan mengesahkan pembentukan DOB Kabupaten Pegunungan Meyah.

Kedatangan massa ini disambut langsung oleh Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak bersama beberapa anggota lainnya. 

” Saya memberikan apresiasi mendalam karena ini merupakan pertama kalinya masyarakat yang mengajukan pemekaran daerah datang langsung ke MRPB untuk meminta persetujuan kultural,” ujarnya.

Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak juga berpesan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda, untuk tetap bersatu menjaga komitmen ini sampai Kabupaten Pegunungan Meyah resmi terbentuk.

Usulan pemekaran ini diketahui sudah diperjuangkan sejak beberapa tahun lalu. Jika nantinya resmi memisahkan diri dari Kabupaten Pegunungan Arfak, DOB Kabupaten Pegunungan Meyah ini akan mencakup wilayah Distrik Testega, Distrik Didohu, Distrik Catubouw, Distrik Beimes, serta beberapa distrik pemekaran lainnya. (Lucas Joosztens)

 

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kapolda Papua Barat Tekankan Pencegahan Kecelakaan dan Disiplin Personel di Jalan Raya

22 September 2026 - 18:03 WIT

FUN RUN 5K HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

19 September 2026 - 11:34 WIT

Yosias Saroy Ajak Semua Pihak Bersatu, Struktur KONI Papua Barat Segera Dilengkapi

18 September 2026 - 18:54 WIT

Musorprovlub KONI Papua Barat Dinyatakan Sah, Tahapan Pemilihan Telah Sesuai AD/ART

18 September 2026 - 18:00 WIT

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Kabid Dokkes dan Penyerahan Jabatan Kabid Propam

10 September 2026 - 20:55 WIT

Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hut Ri Ke-81 Dengan Lancar Dan Sukses

18 Agustus 2026 - 04:57 WIT

Trending di PAPUA BARAT