MANOKWARI, acemo.co.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari menyambut kepulangan jemaah haji Kabupaten Manokwari yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Penyambutan tersebut berlangsung di Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari, Selasa (18/8/2026).
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang telah kembali ke Manokwari setelah menjalankan rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan selamat datang kembali di Tanah Manokwari kepada seluruh jemaah haji yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” ujar Mugiyono.
Menurutnya, perjalanan ibadah haji bukanlah perjalanan biasa. Di dalamnya terdapat perjuangan, pengorbanan, kesabaran, ketulusan, serta kekuatan iman. Para jemaah juga harus meninggalkan keluarga, pekerjaan, serta berbagai aktivitas untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Karena itu, kepulangan para jemaah haji menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarga, sekaligus menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Manokwari.
Mugiyono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan ibadah haji, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, petugas haji, tenaga kesehatan, pembimbing haji hingga keluarga yang senantiasa memberikan dukungan kepada para jemaah.
“Berkat kerja sama dan pelayanan seluruh pihak, rangkaian perjalanan ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mugiyono juga menyampaikan pesan Bupati Manokwari kepada seluruh jemaah haji agar pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Bupati Manokwari, Mugiono saat memberikan sambutan menyambut kepulangan jamaah Haji Kabupaten Manokwari.
Ia menegaskan, predikat haji dan hajah mabrur hendaknya tidak sekadar menjadi gelar, tetapi harus tercermin melalui peningkatan kualitas iman, akhlak, kepedulian sosial, serta keteladanan di tengah keluarga dan masyarakat.
“Ibadah haji juga mengajarkan kita tentang persaudaraan dan persatuan. Di Tanah Suci, umat Islam datang dari berbagai suku, bangsa, bahasa, dan latar belakang, namun dapat berdiri bersama sebagai satu umat,” jelasnya.
Semangat persaudaraan tersebut, lanjut Mugiyono, diharapkan dapat dibawa kembali ke Manokwari untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, saling menghargai, dan saling bekerja sama.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manokwari terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap pelayanan keagamaan dan pembinaan kehidupan umat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang memiliki iman, moral, karakter, serta kepedulian terhadap sesama.
“Karena itu, kehidupan keagamaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Manokwari yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” ujarnya.
Mugiyono kemudian mengajak para jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci untuk menjadi bagian dari kekuatan moral di tengah masyarakat.
“Jadilah teladan dalam kehidupan. Tunjukkan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjalankan ibadah haji melalui sikap, perilaku, dan kepedulian kepada sesama,” pesannya.
Sebelumnya Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong menjelaskan pada musim haji tahun ini Kabupaten Manokwari memperoleh alokasi sebanyak 88 jemaah. Namun, lima jemaah mengalami mutasi atau perubahan keberangkatan sehingga jumlah jemaah yang diberangkatkan dari Kabupaten Manokwari sebanyak 83 orang.
“Jumlah jemaah haji Kabupaten Manokwari sebanyak 88 orang. Namun, lima jemaah mengalami mutasi, sehingga Kabupaten Manokwari memberangkatkan 83 jemaah haji,” ujar Abdul Safar.
Dari jumlah tersebut, 83 jemaah terdiri atas 30 jemaah laki-laki dan 53 jemaah perempuan.
Selain itu, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami perpindahan administrasi keberangkatan antardaerah. Abdul Safar menyebutkan, dua pasangan suami istri pindah ke Provinsi Maluku Utara, dua pasangan suami istri pindah ke Provinsi Jawa Tengah, dan satu jemaah pindah ke provinsi lainnya.
Ia bersyukur seluruh jemaah haji asal Manokwari dapat kembali ke daerah dalam keadaan selamat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Kami bersyukur seluruh jemaah haji Kabupaten Manokwari dapat kembali dengan selamat. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Manokwari,” ujarnya. (Mega)






















