Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 9 Jun 2026 18:31 WIT

Semarak Pesparawi Di Manokwari Belum Terlihat, Ini Tanggapan Wagub Papua Barat


 Semarak Pesparawi Di Manokwari Belum Terlihat, Ini Tanggapan Wagub Papua Barat Perbesar

MANOKWARI – Hingga kini semarak even nasional pesta paduan suarai gerejawi atau pesparawi belum terlihat di Manokwari. Spanduk atau baliho belum nampak di dalam kota , yang terlihat hanya satu baliho di samping jembatan sahara dalam kota Manokwari, sedangkan eforia piala dunia sepak bola dengan berbagai warna bendera tim unggulan memenuhi seantero manokwari jika dibandingkan dengan semarak pesparawi.

Menanggapi kondisi tersebut Wakil Gubernur Mohamad Lakotani kepada wartawan usai memimpin apel gabungan, Senin (8/6/2026) mengatakan pemerintah bersama forkopimda telah menggelar pertemuan terkini guna berbagi tugas menopang panitia sehingga secara bertahap akan melakukan pembersihan kota Manokwari , dimulai dari bandara rendani hingga di dalam kota Manokwari.

Wagub Lakotani juga menjelaskan pada tanggal 15 juni mendatang, para kontingen dari 38 provinsi mulai berdatangan di Manokwari guna mengikuti ajang nasional pesta paduan suara gerejawi tingkat nasional ke-14 sehingga sebelum tanggal tersebut , ditargetkan seluruh baliho, spanduk dan umbul-umbul telah terpasang guna menyemarakkan ajang bergengsi tingkat Nasional tersebut.

“ Kita sudah rapatkan Bersama forkopimda dan pimpinan OPD dan sudah membagi habis tugas masing-masing untuk mendukung panitia dalam menyemarakkan pesparawi nasional termasuk pemasangan spanduk dan baliho. Tetapi yang kami utamakan terlebih dahulu ada melakukan pembersihan kota Manokwari,” jelas Lakotani.

Terkait eforia piala dunia sepak bola lebih nampak mendominasi semarak kota Manokwari dibandingkan pesparawi tingkat nasional yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia, Wagub Lakotani mengatakan untuk piala dunia sepak bola, setiap masyarakat pasti memiliki tim unggulan sehingga wajar jika muncul banyak pendukung piala dunia. Walau demikian, Wagub tetap mengimbau agar seluruh masyarakat juga mendukung kegiatan pesparawi tingkat nasional yang akan digelar pada 18 hingga 28 juni mendatang, dengan membantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban serta menghindarkan diri dari kegiatan pemalangan jalan yang dapat merusak citra Manokwari sebagai kota injil di mata seluruh peserta pesparawi yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia.

“ Saya kira kita semua ingin menjadi tuan rumah yang baik sehingga walaupun eforia piala dunia cukup tinggi tetapi kita juga harus mendukung dan mensukseskan even nasional ini dengan tetap menjaga kamtibmas di kota Manokwari. Kalau bisa jangan ada palang-palang jalan supaya saat tamu-tamu kita dari daerah lain mereka bisa nyaman berada di kota kita tercinta Manokwari Kota Injil,” tutur Wagub.

Pesparawi merupakan festival dan kompetisi emba gerejawi serta embal suara berskala nasional bagi umat embali di embalis. Acara ini merupakan program pembinaan mental spiritual dan seni budaya yang diselenggarakan secara berkala di bawah koordinasi embaliste agama. Pesparawi ke-14 tahun 2026 yang mengusung tema pesparawi nasional ramah lingkungan , akan diselenggarakan di Manokwari ibukota Provinsi Papua Barat dari tanggal 18 hingga 28 juni 2026 dan diikuti oleh 38 provinsi seluruh Indonesia. [Amstrong Lucas]

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kabiro PBJ Pabar Himbau ‘PAP’ Bantu Jaga Kondusivitas Jelang Pesparawi Nasional

9 Juni 2026 - 18:36 WIT

Tim Argentina Favorit Juara Fifa Word Cup 2026 Versi Wagub Lakotani

9 Juni 2026 - 18:34 WIT

Kakanwil Kemenag Pabar Ajak ASN Kemenag Sukseskan Pesparawi Nasional XIV

8 Juni 2026 - 20:53 WIT

Wagub Lakotani Soroti Disiplin ASN Pemprov Papua Barat Yang Masih Rendah

8 Juni 2026 - 18:30 WIT

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Trending di PAPUA BARAT