MANOKWARI – Hingga kini semarak even nasional pesta paduan suarai gerejawi atau pesparawi belum terlihat di Manokwari. Spanduk atau baliho belum nampak di dalam kota , yang terlihat hanya satu baliho di samping jembatan sahara dalam kota Manokwari, sedangkan eforia piala dunia sepak bola dengan berbagai warna bendera tim unggulan memenuhi seantero manokwari jika dibandingkan dengan semarak pesparawi.
Menanggapi kondisi tersebut Wakil Gubernur Mohamad Lakotani kepada wartawan usai memimpin apel gabungan, Senin (8/6/2026) mengatakan pemerintah bersama forkopimda telah menggelar pertemuan terkini guna berbagi tugas menopang panitia sehingga secara bertahap akan melakukan pembersihan kota Manokwari , dimulai dari bandara rendani hingga di dalam kota Manokwari.
Wagub Lakotani juga menjelaskan pada tanggal 15 juni mendatang, para kontingen dari 38 provinsi mulai berdatangan di Manokwari guna mengikuti ajang nasional pesta paduan suara gerejawi tingkat nasional ke-14 sehingga sebelum tanggal tersebut , ditargetkan seluruh baliho, spanduk dan umbul-umbul telah terpasang guna menyemarakkan ajang bergengsi tingkat Nasional tersebut.
“ Kita sudah rapatkan Bersama forkopimda dan pimpinan OPD dan sudah membagi habis tugas masing-masing untuk mendukung panitia dalam menyemarakkan pesparawi nasional termasuk pemasangan spanduk dan baliho. Tetapi yang kami utamakan terlebih dahulu ada melakukan pembersihan kota Manokwari,” jelas Lakotani.
Terkait eforia piala dunia sepak bola lebih nampak mendominasi semarak kota Manokwari dibandingkan pesparawi tingkat nasional yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia, Wagub Lakotani mengatakan untuk piala dunia sepak bola, setiap masyarakat pasti memiliki tim unggulan sehingga wajar jika muncul banyak pendukung piala dunia. Walau demikian, Wagub tetap mengimbau agar seluruh masyarakat juga mendukung kegiatan pesparawi tingkat nasional yang akan digelar pada 18 hingga 28 juni mendatang, dengan membantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban serta menghindarkan diri dari kegiatan pemalangan jalan yang dapat merusak citra Manokwari sebagai kota injil di mata seluruh peserta pesparawi yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia.
“ Saya kira kita semua ingin menjadi tuan rumah yang baik sehingga walaupun eforia piala dunia cukup tinggi tetapi kita juga harus mendukung dan mensukseskan even nasional ini dengan tetap menjaga kamtibmas di kota Manokwari. Kalau bisa jangan ada palang-palang jalan supaya saat tamu-tamu kita dari daerah lain mereka bisa nyaman berada di kota kita tercinta Manokwari Kota Injil,” tutur Wagub.
Pesparawi merupakan festival dan kompetisi emba gerejawi serta embal suara berskala nasional bagi umat embali di embalis. Acara ini merupakan program pembinaan mental spiritual dan seni budaya yang diselenggarakan secara berkala di bawah koordinasi embaliste agama. Pesparawi ke-14 tahun 2026 yang mengusung tema pesparawi nasional ramah lingkungan , akan diselenggarakan di Manokwari ibukota Provinsi Papua Barat dari tanggal 18 hingga 28 juni 2026 dan diikuti oleh 38 provinsi seluruh Indonesia. [Amstrong Lucas]






















