MANOKWARI – Selama tiga tahun, 12 guru dari SMA Taruna Kasuari Nusantara Manokwari dan 10 guru dari SMA Negeri Keberbakatan Olahraga atau SMANKOR Manokwari tidak menerima tunjangan berkala dan tidak naik pangkat.
Kondisi ini disebabkan tidak adanya perhatian dari para pejabat pada Dinas Pendidikan Papua Barat sebelumnya. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat kepada para wartawan di Mansinam Beach Hotel, Jumat 10 Juli 2026.
” Para pejabat sebelumnya di Dinas Pendidikan Papua Barat tidak memberikan perhatian kepada para guru di SMA Taruna Kasuari Nusantara dan SMA Keberbakatan Olahraga Manokwari sehingga 22 guru dari kedua sekolah tersebut tidak dapat naik pangkat dan tidak menerima tunjangan berkala hingga tiga tahun,” jelas Dowansiba.
Kondisi yang memprihatinkan ini mendapat perhatian khusus dari Pemprov Papua Barat melalui Dinas Pendidikan sehingga ditindaklanjuti bersama Kantor Regional 14 Badan Kepegawaian Negara dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua Barat.
Dari tindak lanjut tersebut, 12 guru dari SMA Taruna Kasuari Nusantara telah melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan sehingga dalam bulan Agustus mendatang, tunjangan berkala dan kenaikan pangkat dapat diterima para guru tersebut, sementara untuk 10 guru dari SMANKOR, 8 guru juga telah melengkapi berkas sehingga pada bulan Agustus bersama-sama akan menerima tunjangan berkala dan kenaikan pangkat golongan, namun untuk 2 guru lainnya belum dapat dilakukan karena masih menunggu surat mutasi dari Kabupaten Manokwari.
Sementara itu terkait penerimaan siswa baru di SMA Taruna Kasuari Nusantara, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat,Barnabas Dowansiba menegaskan tidak ada penambahan kuota dari yang telah ditetapkan yaitu 100 siswa untuk tahun ajaran 2026-2027 ini, selain itu penambahan guru di SMA tersebut belum dapat dilakukan mengingat evaluasi belum dilakukan.
” Untuk SMA Keberbakatan Olahraga di tahun ajaran ini, akan mulai diterapkan pendidikan berpola asrama sehingga akan sama dengan SMA Kasuari Nusantara,” ujarnya.
Diharapkan dengan penerapan sekolah berpola asrama di dua SMA berpendidikan khusus tersebut akan mampu meningkatkan kualitas dan mutu peserta didik yang mayoritas adalah putra asli Papua. [ Lucas Jooztensz]






















