MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manokwari menyelenggarakan Khitanan (sunat) massal dengan target awal 60 orang namun yang mendaftar melebihi target sebanyak 110 anak. Sunat massal dilaksanakan di Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan, Sabtu (25/2/2023).
Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo dalam kesempatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan sunatan massal sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, serta sebagai media promotif dan persuasif kepada masyarakat untuk memelihara kesehatan reproduksi.

“Sunat juga memiliki manfaat yang positif untuk berkelanjutanya siklus hidup umat manusia, terutama untuk kesehatan reproduksi. Orang yang telah disunat akan memiliki kemudahan dalam menjaga kebersihan diri, termasuk dalam bersuci untuk beribadah”, ujarnya.
Edi Budoyo juga berharap agar masyarakat yang membawa anak untuk sunat masal, dapat membantu perekonomian dan mewujudkan kehadiran pemerintah untuk masyarakat.
“Sebagaimana yang tertuang dalam thema kegiatan “semarak syiar Manokwari mewujudkan generasi yang berakhlak mulia” Penyelenggaraan sunatan massal ini, saya harap dapat menghadirkan kegembiraan bagi adik-adik peserta sunat, serta menjadi awal yang baik untuk mengedukasi anak atas kebersihan dan kesehatan diri”, tuturnya.
Edi Budoyo juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan paradigma hidup sehat yang akan membawa masyarakat kepada kualitas hidup yang lebih baik.
” Hendaknya penyelenggaraan kegiatan ini mampu memupuk dan menumbuh kembangkan kerukun-an dalam keberagaman, seiring dengan bertemunya masyarakat yang hadir dari berbagai penjuru wilayah Manokwari ini”, harap Wakil Bupati.
Ketua MUI Kabupaten Manokwari Ust. Baharuddin Sabollah mengatakan tujuan dilaksanakannya sunat massal ini utamanya untuk menjalankan sunnah para Nabi, dimana sunatan massal kali ini mendapat partisipasi yang tinggi dari masyarakat.

“Sunatan masal ini di targetkan sebanyak 100 orang namun yang mendaftar melebihi target. Tujuan dari sunas masal ini untuk menjaga kesehatan, menjalankan Sunnah Para Nabi, sehingga yang di lakukan hari ini merupakan anjuran agama”, kata Sabollah.
Khitanan Masal tahun ini dilaksanakan di dua tempat yaitu di dataran Warpramasi pada 14 Januari lalu bertempat di Mesjid Al-Amin Prafi SP 4, yang menargetkan 60 orang dan yang tercatat mengikuti Kahitnan sebanyak 78 orang. Khitanan juga dilaksanakan di dalam kota Manokwari di Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan diikuti sebanyak 110 orang. (ACM_2)






















