MANOKWARI – Buka pasar murah bagi masyarakat dalam rangka bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya IDul Fitri 1444 Hijriah, Bupati Manokwari berharap paket sembako yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu meringankan daya beli masyarakat. Pasar murah tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Al-Falah Wosi, Rabu (19/4/2023).
Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan bahwa dengan adanya pasar murah yang digelar dikhususkan bagi umat Islam yang akan melaksanakan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Dirinya menyadari kebutuhan dan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan terutama dalam memperoleh bahan pokok (bapok) sehingga dengan adanya pasar murah ini dapat meringankan dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
”Pemda Manokwari memahami dalam perayaan Hari raya IDul Fitri masyarakat sangat membutuhkan bapok, sehingga pasar murah ini upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penyediaan bapok serta memberi kemudahan masyarakat dengan kemampuan mereka”, ujar Bupati.
Dirinya berharap dengan jumlah yang tidak banyak, sekiranya masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik dan dapat membantu perekonomian menjelang hari raya.
“Walau jumlahnya terbatas, namun harapan kami ini dapat berguna dan dapat membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat”, harap Hermus.
Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah (Perindakop) Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi melaporkan bahwa pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemda Manokwari bersama Pemrov Papua Barat bertujuan untuk meringankan biaya pembelian bapok khususnya umat muslim yang akan melaksanakan Hari Raya Idul Fitri.
Perindakop menyediakan 2.000 paket sembako berisikan beras 10 kg, minyak goreng 1kg, gula 1kg, dan tepung terigu 1kg dhargai Rp 100 ribu. Paket lain yaitu telur ayam dimana 1 Raknya di jual dengan harga Rp 45 ribu.
“Kita gelar pasar murah ini di 6 lokasi dan di bagi di 6 Distrik dan dikhususkan paket ini kepada masyarakat yang beragama Islam. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan masyarakat dalam daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok”, tutup Ayomi. (ACM_2)






















