MANOKWARI – Pemkab Manokwari melaunching pembongkaran bangunan yang terkena dampak pembangunan ruang terbuka publik (RTP) Borasi Manokwari, bertempat di ex-kantor Dinas Perumahan Kabupaten Manokwari.
Launching bangunan ini di hadiri langsung oleh PJ Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari, Pangdam XVIII Kasuari, Kapolda Papua Barat, Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kapolresta Manokwari, Dandim 1801 Manokwari, Ketua DPRD Manokwari, Pengadilan Negeri Manokwari dan seluruh kepala OPD di lingkup Pemkab Manokwari.
Bupati Manokwari Hermus Indou dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan RTP ini adalah salah satu dari 5 program strategis yang disetujui Kementerian PUPR.

“Ini merupakan perjuangan yang tidak mudah, sehingga 5 program strategis ini harus di kawal dengan baik. Kita mendapat dukungan dari Gubernur hingga seluruh unsur Forkopimda di Papua Barat”, ujarnya.
Dirinya mengatakan bahwa pembangunan merupakan cara untuk transformasi suatu daerah. Pembangunan juga merupakan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita butuh tranformasi secara menyeluruh baik dalam ekonomi infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Kita perjuangkan untuk pelayanan kepada masyarakat”, kata Bupati.
Untuk bangunan yang terdampak pembangunan, akan dianggarkan pembangunan rumah tipe 70 sebanyak 4 unit.

“Nilai KJPP yang ditawarkan sebesar 68 Milyar dimana kami sudah menyediakan sebagian anggaran untuk mengganti untung kepada masyarakat yang terkena dampak”, jelas Hermus.
PJ Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menuturkan bahwa pembangunan RTP ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sejak ditetapkan 5 program strategis untuk pembangunan Manokwari sudah ada tim percepatan yang mengawal program yang ada.
“Saya sudah menunjuk tim percepatan untuk rencana pembangunan strategis dimana dari 6 program strategis ada 5 program yang diterima oleh kementerian PUPR”, ucapnya.
Dirinya mengajak agar seluruh unsur baik Daerah dan Provinsi begitupun Forkopimda turut ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Mari sama-sama kita bergandengan untuk kemajuan masyarakat yang lebih positif”, ajak Waterpauw.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Manokwari Imanuel Pangaribuan menyampaikan bahwa ini merupakan langkah kesiapan Pemda untuk memulai pembangunan ruang terbuka publik Borasi untuk revitalisasi lapangan lebih moderen lagi.
“Ini sebagian langkah kesiapan Pemda dalam memulai pembangunan juga untuk merevitalisasi lapangan lebih moderen sebagia sarana penunjang kegiatan masyarakat”, imbuhnya.
Dirinya menyampaikan bahwa tujuan pembangunan ini untuk meningkatkan sarana prasarana publik yang memadai dan berkualitas juga mempercepat perdagangan di Manokwari
“Manfaatnya untuk membawa dampak positif untuk peluang dan ruang ekonomi bagi masyarakat untuk startegi peningkatan pemasukan daerah dan sarana pusat kreasi bagi masyarakat Manokwari.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manokwari, Emba Rantelino menjelaskan dimana pembangunan RTP Borasi menjadi hasil dari kolaborasi dari Gubernur dan Bupati yang merupakan proyek strategis.
Daerah terdampak yang akan di bongkar mulai dari kantor Dinas Perumahan, Perumahan GKI, TK Santa Ursula dan deretannya.
“Tahap pembangunan sudah memasuki tahap evaluasi, dan target nya di tahun ini yaitu terbangunnya pondasi dari bangunan utama. Untuk bangunan utama seluas 8896 m³ dengan luas tanah 24.940 hektar”, lapornya. (ACM_2)






















